Momentum Kartini Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak Buol

  • 22 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Buol - Momentum Hari Kartini menjadi ajang refleksi atas masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buol. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak setempat, sejak Januari hingga Maret 2026 tercatat sudah 14 kasus kekerasan yang terjadi.

Angka tersebut memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk dunia pendidikan. Guru SMAN 1 Biau Ekawati saat diwawancara RRI menilai bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan, terutama yang melibatkan perempuan dan anak.

“Bila seseorang melakukan kesalahan tidak harus serta merta disakiti fisiknya. Ada banyak cara lain seperti membina dan mengarahkan tanpa harus melakukan kekerasan,” ujarnya saat dimintai tanggapan.

Ia menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan persuasif dalam membentuk perilaku, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, kekerasan justru dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.

Senada dengan itu, Ketua OSIS SMAN 1 Biau Kaila kepada RRI mengungkapkan bahwa perempuan di Buol masih rentan menjadi sasaran kekerasan. Ia menilai faktor perlindungan terhadap perempuan masih perlu diperkuat di berbagai aspek kehidupan sosial.

“Bahkan ketika perempuan sudah berpakaian tertutup, masih saja ada celah bagi pelaku untuk melakukan pelecehan bahkan kekerasan,” katanya. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga budaya dan sistem perlindungan yang ada.

Kaila berharap, ke depan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buol dapat ditekan melalui kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Momentum Hari Kartini, menurutnya, harus menjadi pengingat pentingnya menghormati dan melindungi hak perempuan dan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....