Rapat DPRD Tolitoli Bahas Serapan Beras Petani Lokal

  • 20 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Rapat kerja DPRD Kabupaten Tolitoli digelar pada Senin, 20 April 2026, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WITA. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD, Risman,S.E.,M.M., dan dihadiri sejumlah anggota dewan bersama Perum Bulog serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Hadir dalam rapat itu Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Tolitoli, Asisten II, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Dinas Perdagangan, serta perwakilan PERPADI Provinsi dan PERPADI Kabupaten Tolitoli. Pertemuan tersebut membahas strategi penyerapan beras petani lokal dan kondisi stok pangan daerah.

Dalam kesimpulan rapat, DPRD bersama Bulog menyepakati bahwa beras petani lokal harus diserap secara maksimal. Penyerapan tersebut mengacu pada standar kualitas nasional, yakni Broken Maksimal 25 %, Menir Maksimal 2 ℅, Derajat Sosoh Maksimal 95 ℅, dan Kadar Air Maksimal 13 ℅ dengan harga Rp. 12.000 per kilogram.

“Penyerapan beras petani lokal harus dioptimalkan agar kesejahteraan petani meningkat dan stok daerah tetap terjaga,” ujar Risman.

Selain itu, petani yang ingin bermitra dengan Bulog diarahkan untuk mendatangi gudang Bulog terdekat dengan membawa persyaratan administrasi. Persyaratan tersebut meliputi KTP, NPWP, rekomendasi penyuluh pertanian, dan surat permohonan, sementara badan usaha wajib melengkapi dokumen tambahan seperti NIB dan akta pendirian.

Pimpinan Cabang Bulog Tolitoli, Zahnaz Abdeli menjelaskan bahwa beras dari Sulawesi Selatan yang masuk ke wilayah Tolitoli merupakan beras muve nasional. Hal ini dilakukan karena secara data nasional, Tolitoli masih mengalami defisit beras.

“Pengiriman beras muve ini sebagai program nasional untuk pemerataan stok cadangan pemerintah,” jelasnya.

Usai rapat, pimpinan dan anggota DPRD bersama rombongan melakukan kunjungan langsung ke gudang Bulog di wilayah Dinopi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kualitas beras move yang tersedia sebanyak 500 ton.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa kualitas beras sesuai standar. Sementara itu, isu yang beredar terkait bulog menutup pintu terhadap hasil panen petani adalah tidak benar (hoax).

"Saya berharap adanya saling koordinasi dan komunikasi agar hal ini tidak terjadi lagi kedepannya," pungkas Zahnaz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....