Dorong Perbenihan, Tolitoli Targetkan Produksi Padi Naik
- 18 Apr 2026 15:28 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah Kabupaten Tolitoli didorong untuk memperkuat kebijakan perbenihan melalui program dan dukungan anggaran sebagai langkah strategis meningkatkan produksi dan produktivitas padi sawah. Upaya ini dinilai penting mengingat capaian produksi saat ini masih relatif rendah, yakni berkisar antara empat hingga lima ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TP dan Horti) Kabupaten Tolitoli, pada Musim Tanam (MT) Oktober–Maret (Okmar) 2025/2026, ketersediaan benih hanya mencapai 3,5 ton untuk memenuhi kebutuhan 1.750 hektare lahan sawah. Jumlah tersebut baru mencakup sekitar 15–20 persen dari total luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang mencapai 9.165 hektar.
Kondisi ini mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 tentang LP2B Kabupaten Tolitoli yang menetapkan luas lahan pertanian pangan sebagai kawasan yang harus dilindungi dan dioptimalkan. Namun, terbatasnya ketersediaan benih unggul bersertifikat menjadi salah satu kendala utama dalam meningkatkan hasil produksi.
Rendahnya penggunaan benih bersertifikat di tingkat petani juga dipengaruhi oleh belum optimalnya fungsi Balai Benih yang berada di Desa Dongko, Kecamatan Dampal Selatan dan Kecamatan Dondo. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat produksi dan distribusi benih unggul, namun hingga kini belum beroperasi secara maksimal.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TP dan Horti Kabupaten Tolitoli, Masdar Dg Silasa, SP, MSi, menegaskan bahwa peningkatan penggunaan benih unggul bersertifikat memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas. “Penggunaan benih unggul bersertifikat dapat meningkatkan produksi padi sawah hingga 60 persen dibandingkan dengan benih biasa yang digunakan petani saat ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, melalui hasil evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang mampu mendorong kebijakan perbenihan yang lebih terarah. Kebijakan tersebut mencakup penguatan kelembagaan perbenihan, optimalisasi balai benih, hingga peningkatan distribusi benih bersertifikat kepada petani.
Dengan langkah strategis dan dukungan kebijakan yang tepat, sektor pertanian di Kabupaten Tolitoli diharapkan mampu meningkatkan produksi padi secara signifikan. Hal ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....