SMKN 1 Galang Terapkan PjBL Ubah Citra Jurusan Pertanian

  • 14 Apr 2026 13:04 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - SMKN 1 Galang melakukan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa pada jurusan pertanian yang selama ini cenderung menurun. Sekolah tersebut kini menerapkan model Project Based Learning (PjBL) berbasis sains guna mengubah pandangan bahwa pertanian identik dengan pekerjaan fisik semata.

Kepala SMKN 1 Galang Muliadi mengatakan persepsi negatif terhadap jurusan pertanian masih kuat di masyarakat. Banyak orang tua menilai bidang tersebut hanya berkutat pada aktivitas kasar seperti mencangkul dan membersihkan lahan.

“Selama ini pertanian dipandang sebagai kerja fisik. Orang tua cenderung tidak ingin anaknya masuk jurusan ini,” ujar Muliadi.

Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah mengubah pendekatan pembelajaran dengan membagi peran antara siswa dan mentor lapangan. Pekerjaan teknis berat diserahkan kepada mentor, sementara siswa difokuskan pada kegiatan riset dan analisis.

Dalam praktiknya, siswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lahan, meliputi kualitas tanah, tingkat kelembaban, suhu, hingga pertumbuhan tanaman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis di laboratorium untuk menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah.

“Siswa tidak lagi sekadar bekerja di lapangan, tetapi berperan sebagai peneliti yang menyusun rekomendasi dari hasil analisis data,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga mengintegrasikan konsep teaching factory (TEFA) melalui program penanaman sekitar 3.000 pohon semangka di lahan seluas kurang lebih 60 are. Program ini dirancang berkelanjutan dan akan dikembangkan ke komoditas lain seperti cabai.

Muliadi mengakui, sebelumnya kegiatan praktik pertanian di sekolah kerap tidak berjalan optimal karena hanya berhenti pada tahap penanaman. “Selama ini praktik belum sampai panen, sehingga hasilnya kurang maksimal dan belum berorientasi pada kualitas,” katanya.

Melalui model pembelajaran baru, setiap tahapan kini harus sistematis, mulai dari pengumpulan data, analisis laboratorium, hingga penyusunan rekomendasi sebelum pelaksanaan di lapangan. Sekolah juga menekankan standar kerja, termasuk keselamatan (K3) dan optimalisasi fungsi laboratorium, guna membentuk lulusan yang lebih profesional dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....