Harga 'Barito' di Pasar Kampung Bugis Buol Masih tidak Stabil
- 08 Apr 2026 18:05 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, - BUOL – Dinamika harga kebutuhan pokok di Pasar Kampung Bugis, Kabupaten Buol, menunjukkan tren yang bervariasi dalam beberapa hari terakhir. Komoditas cabai rawit (rica) dan tomat dilaporkan mengalami lonjakan harga yang signifikan, sementara kelompok bawang justru mulai menunjukkan penurunan harga pasca-lebaran.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit dan tomat. Faisal Rajak, salah satu penjual Barito (Bawang, Rica, Tomat) di Pasar Kampung Bugis, mengungkapkan bahwa harga rica kini menyentuh angka Rp70.000 per kilogram, naik sekitar 50% dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp50.000.
Lonjakan harga yang paling ekstrem terjadi pada komoditas tomat, di mana harganya melambung tinggi hingga mencapai 100 persen dari harga normal. Jika biasanya konsumen dapat membeli tomat dengan harga Rp10.000 per kilogram, kini harga eceran di pasar telah menyentuh angka Rp20.000 per kilogram, sementara untuk harga bongkaran atau grosir saat ini berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.
Faisal Menjelaskan menjelaskan bahwa krisis pasokan menjadi akar utama kenaikan harga ini. Fenomena musim kemarau dan cuaca ekstrem menyebabkan hasil panen petani lokal menurun drastis.
Selain faktor cuaca, tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah seperti Manado, Gorontalo, dan Palu turut memperparah keadaan. Fluktuasi harga di daerah asal, khususnya Gorontalo, menciptakan efek domino yang secara otomatis mengerek harga jual di pasar Buol dan Toli-Toli.
Di sisi lain, kabar baik datang dari kelompok komoditas bawang yang justru mulai menunjukkan tren penurunan harga atau "mendingin" pasca-momen Idul Fitri, sehingga memberikan sedikit ruang napas bagi para konsumen. Berdasarkan pantauan di Pasar Kampung Bugis, harga bawang merah yang sebelumnya sempat melambung tinggi di angka Rp70.000 kini turun menjadi Rp50.000 per kilogram, sementara bawang putih juga mengalami koreksi harga dari semula Rp50.000 menjadi kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Pasokan bawang di pasar lokal rata-rata didatangkan dari wilayah Palu dan Gorontalo. Meski harga menunjukkan tren menurun, para pedagang mengaku tetap waspada. Mereka terus memantau fluktuasi stok yang bisa berubah sewaktu-waktu, sangat bergantung pada keberhasilan panen di daerah pengirim.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat terus memantau distribusi barang agar harga kebutuhan pokok kembali stabil dan terjangkau bagi semua lapisan warga di Bumi Pogogul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....