Haul Guru Tua Ke-58, Dorong Wajib Belajar dan Madrasah Nasional

  • 01 Apr 2026 13:06 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Peringatan Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua berlangsung khidmat pada Rabu pagi, 1 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Alkhairaat untuk mengenang jasa sang pendiri sekaligus memperkuat arah perjuangan pendidikan Islam di Indonesia.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, diantaranya Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap peran strategis lembaga pendidikan Islam dalam pembangunan sumber daya manusia.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam sambutannya menekankan pentingnya menghadirkan payung hukum untuk penerapan wajib belajar 13 tahun. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem pendidikan nasional yang berimbang antara ilmu umum dan agama.

“Penerapan wajib belajar 13 tahun harus dibarengi dengan penguatan Madrasah Diniyah sebagai pelengkap pendidikan formal, agar generasi muda memiliki fondasi keagamaan yang kuat,” ujar Anwar Hafid dalam pidatonya. Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali Madrasah Diniyah atau yang dikenal sebagai “sekolah sore”.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterbatasan waktu pembelajaran agama di sekolah formal menjadi alasan utama perlunya optimalisasi Madrasah Diniyah. “Kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan pemahaman agama yang baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Abnaul Alkhairaat turut menyampaikan harapan kepada Menteri Agama dan Menteri ATR/BPN agar aspirasi mereka dapat diteruskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Aspirasi tersebut berkaitan dengan peningkatan status Alkhairaat menjadi lembaga pendidikan berskala nasional.

Saat ini, Alkhairaat telah memiliki lebih dari 2.000 madrasah dan pondok pesantren yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia. Dengan capaian tersebut, Abnaul Alkhairaat menilai lembaga ini layak disejajarkan dengan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam hal pengakuan dan dukungan pemerintah pusat.

Ketua Komda Alkhairaat Tolitoli Jemi Yusuf menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan perhatian lebih luas. “Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan yang merata, sehingga seluruh warga Alkhairaat di Nusantara dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....