Makna Sakral Nyepi Refleksi Diri dan Penyucian Jiwa
- 19 Mar 2026 10:58 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Hari Raya Nyepi merupakan momen sakral bagi umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Perayaan ini identik dengan suasana hening, di mana seluruh aktivitas masyarakat dihentikan selama 24 jam sebagai bentuk refleksi diri dan penyucian jiwa.
Nyepi tidak hanya dimaknai sebagai hari tanpa kegiatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi diri. Umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Menurut salah satu umat Hindu yang ada di Tolitoli, Made, “Nyepi adalah waktu untuk kembali pada diri sendiri, membersihkan pikiran dari hal-hal negatif, serta memperkuat hubungan dengan Sang Hyang Widhi,” ujarnya.
Rangkaian Nyepi biasanya diawali dengan upacara Melasti untuk penyucian simbol-simbol keagamaan, dilanjutkan Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh yang melambangkan pengusiran energi negatif. Setelah Nyepi, umat Hindu melaksanakan Ngembak Geni sebagai momen saling memaafkan dan memulai kehidupan baru dengan hati yang bersih.
Dengan demikian, Hari Raya Nyepi tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mengajarkan nilai keseimbangan, kedamaian, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....