DPRD Buol Ajak Umat Beragama Jaga Kerukunan jelang Nyepi dan Idulfitri

  • 16 Mar 2026 14:22 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL – Anggota DPRD Kabupaten Buol, I Wayan Gara, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Buol. Hal ini disampaikan saat dirinya sedang melaksanakan ritual Melasti bersama 600 umat hindu kabupaten buol di pantai bokat serta mengingat jadwal perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini berdekatan dengan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan dan persiapan menyambut Idul Fitri.

Dalam sebuah wawancara singkat, Politisi Hindu ini menekankan bahwa meski terdapat perbedaan dalam tata cara ibadah dan penentuan hari besar, semangat kebersamaan harus tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh elemen masyarakat.

Menghormati Perbedaan Kalender dan Ibadah

Wayan Gara menjelaskan bahwa penentuan Hari Raya Nyepi sudah dipastikan jatuh pada tanggal 19. Sementara itu, untuk Idulfitri, umat Muslim masih harus menunggu hasil pengamatan hilal.

"Bisa saja ada jeda satu atau dua hari, atau mungkin berdekatan. Namun bagi kami, rukun itu tidak harus sama, tetapi alangkah indahnya jika kita bisa melakukannya bersama-sama tanpa ada perbedaan yang memicu perpecahan," ujar Wayan kepada RRI, Senin, 16 Maret 2026.

Wayan juga menyinggung mengenai pelaksanaan Nyepi tahun ini yang sedikit terkendala oleh faktor alam di beberapa desa. Ia berharap di masa mendatang, seluruh desa di Kabupaten Buol dapat terlibat sepenuhnya dalam perayaan tanpa hambatan teknis maupun alam.

"Tahun ini ada kendala alam di beberapa desa, sehingga tidak semua bisa ikut seperti tahun-tahun sebelumnya. Harapan saya kedepan, hal-hal yang tidak bisa kita lalui hari ini bisa kita lewati di tahun depan dengan lebih baik," tambahnya.

Menutup pembicaraannya, Wayan Gara menjelaskan esensi dari ritual yang dilakukan umat Hindu di Buol, yakni sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan.

"Intinya adalah bagaimana hal-hal yang negatif kita hanyutkan ke laut. Mudah-mudahan di tahun yang baru ini, kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Buol, mendapatkan hal-hal yang lebih baik dan lebih positif," pungkasnya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Buol untuk terus memupuk nilai toleransi dan saling menghormati, menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah yang lebih harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....