Lapas Leok Kembangkan Padi Sawah Dukung Ketahanan Pangan

  • 13 Mar 2026 14:22 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Leok, Kabupaten Buol, terus berupaya mendukung program ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program yang dijalankan yakni pengembangan padi sawah di lingkungan Lapas sebagai bagian dari kegiatan pembinaan produktif.

Program tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi yang berada di area Lapas. Lahan tersebut dijadikan sebagai lokasi penanaman padi yang dikelola langsung oleh warga binaan dengan pendampingan dari petugas.

Kegiatan penanaman padi ini juga menjadi bagian dari sarana asimilasi dan edukasi yang dimiliki Lapas Leok. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam bidang pertanian.

Pelaksana Harian Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas III Leok, Mohammad Yusran, S.H., menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat.

“Kami melaksanakan program penanaman padi sawah ini sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat sekaligus memberikan pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Mohammad Yusran.

Ia menambahkan, seluruh proses penanaman hingga perawatan padi akan terus dipantau oleh pihak Lapas. Hal ini dilakukan agar hasil panen nantinya dapat maksimal serta memberikan manfaat nyata bagi program pembinaan yang dijalankan.

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan nilai edukasi bagi warga binaan. Mereka mendapatkan pendampingan serta pengetahuan mengenai teknik pertanian yang baik dan benar selama proses pengolahan lahan hingga perawatan tanaman padi.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka setelah selesai menjalani masa pidana,” tambahnya. Dengan demikian, program pembinaan kemandirian di Lapas Leok tidak hanya membangun keterampilan, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....