3.739 Personel Gabungan Akan Dikerahkan pada Operasi Ketupat Tinombala 2026

  • 11 Mar 2026 09:27 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai mematangkan persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026, yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa 10 Maret 2026.

Dalam kegiatan itu Kapolda Sulteng, Irjen Pol Dr Endi Sutendi, menyebut pada Operasi Ketupat Tinombala 2026, pihaknya mengungkapkan akan mengerahkan 3.739 personel gabungan, yang terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI dan 1.774 personel dari instansi serta stakeholder terkait.

Ia juga mengungkapkan, Operasi Kepolisian terpusat itu akan berlangsung selama 13 hari kedepan, mulai dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026 mendatang. Untuk menunjang pengamanan, Kapolda, juga menuturkan akan mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres/Ta jajaran.

“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam), yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” ucapnya.

Kemudian, ada 19 Pos Pelayanan (Pos Yan) yang menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, seperti informasi perjalanan, bantuan medis, hingga tempat istirahat bagi para pemudik.

Sementara itu, untuk 15 Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

“Seluruh pos akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Kapolda, juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan Operasi Ketupat Tinombala 2026 dan meminta seluruh instansi segera melakukan inventarisasi potensi kerawanan serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan agar seluruh stakeholder meningkatkan koordinasi dan menghilangkan ego sektoral, dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, serta kerjasama lintas instansi. Bahkan, upaya edukasi kepada masyarakat juga diminta untuk terus digencarkan melalui media sosial, media elektronik, maupun media cetak terkait pentingnya mudik yang aman dan tertib.

Selanjutnya, pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi perhatian guna menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan selama periode Lebaran. Serta, pengamanan juga akan difokuskan di sejumlah titik strategis seperti masjid, lokasi shalat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta area transportasi publik seperti pelabuhan, terminal dan bandara.

Kapolda, mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan dan potensi aksi terorisme.

“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026, di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....