Lapas Tolitoli Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan Kristen

  • 10 Mar 2026 15:12 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli, terus memperkuat Program Pembinaan Kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya di bidang kerohanian.

Komitmen tersebut, diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Sinode Gereja Protestan Indonesia Buol/Tolitoli (GPIBT), dalam rangka penyelenggaraan pelayanan ibadah dan pembinaan kerohanian bagi warga binaan yang beragama Kristen, yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, mendelegasikan penandatanganan kepada Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Bimnadik dan Giatja) Feldianto, yang didampingi oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Frengki, bersama seorang staf. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan bersama Ketua Sinode GPIBT Pdt. Charlotha A.J. Kaparang.

Pada kesempatan itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyampaikan kerja sama itu merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada warga binaan, tidak hanya dari aspek kedisiplinan tetapi juga dari sisi spiritual dan moral.

“Pembinaan kepribadian, melalui pendekatan keagamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Kami, berharap kerja sama dengan Sinode GPIBT ini, dapat memperkuat pembinaan spiritual warga binaan sehingga mereka mampu memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Bimnadik dan Giatja Lapas Tolitoli, Feldianto, menegaskan kerja sama tersebut akan menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan ibadah, serta bimbingan kerohanian yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi WBP yang beragama Kristen.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap program pembinaan kerohanian dapat dilaksanakan secara rutin, terjadwal, dan terstruktur. Dengan demikian warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembinaan spiritual yang dapat membentuk karakter serta memperbaiki pola pikir dan perilaku mereka,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Sinode GPIBT, Pdt. Charlotha A.J. Kaparang, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Lapas Kelas IIB Tolitoli dan menegaskan gereja memiliki tanggung jawab moral untuk turut, serta dalam pelayanan kemanusiaan, termasuk memberikan pendampingan rohani bagi warga binaan.

“Kami percaya, bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Melalui pelayanan ibadah, pendampingan rohani, serta bimbingan iman, kami berharap warga binaan dapat menemukan penguatan spiritual dan harapan baru dalam menjalani kehidupan mereka,” tambahnya.

Kerja sama tersebut, diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, terarah dan memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan. Pembinaan kerohanian, juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali berintegrasi secara sehat dan produktif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....