Karhutla Toboli-Avolua Meluas, Petugas Berjuang Padamkan Api

  • 10 Mar 2026 15:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Parigi Moutong - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah perbatasan Desa Toboli dan Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Hingga Senin, 9 Maret 2026.

kobaran api, dilaporkan masih belum sepenuhnya padam bahkan nyala api masih terlihat jelas dari jalur Trans Sulawesi yang melintasi kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi masyarakat, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Jumat, 6 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 Wita di area lahan perkebunan pohon jati yang berada di Dusun IV Desa Toboli, tepat di wilayah perbatasan dengan Desa Avolua. Masyarakat, yang melihat munculnya titik api langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat tangki semprot.

Namun sekitar pukul 21.30 Wita, api mulai membesar dan merambat ke kawasan hutan dan lahan di sekitar Gunung Ue Marongi, yang berada pada ketinggian sekitar 500 hingga 600 meter di atas permukaan laut. Masyarakat, Desa Avolua yang berada di sekitar lokasi juga turun membantu melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat semprot.

Pada pukul 21.45 Wita, personil Polsubsektor Parigi Utara, bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong, tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan dengan menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Meski demikian, medan yang berat serta keterbatasan sumber air membuat upaya pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal. Pada pukul 23.00 Wita, masyarakat yang melakukan pemadaman terpaksa meninggalkan lokasi kebakaran. Hal yang sama, juga dilakukan oleh petugas Damkar dan personel Polri sekitar pukul 23.30 Wita, karena titik api sudah berada di area yang sulit dijangkau oleh peralatan yang tersedia. Petugas, kemudian tetap bersiaga di sekitar jalur Trans Sulawesi Desa Avolua.

Namun, situasi kembali memburuk pada Sabtu, 7 Maret 2026, sekitar pukul 03.30 Wita, api terlihat semakin membesar dan menjalar di kawasan perbukitan sekitar Gunung Ue Marongi dan sekitar pukul 07.00 Wita, masyarakat Desa Avolua bersama Bhabinkamtibmas, kembali turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman secara manual.

Lanjut, sekitar pukul 09.00 Wita, personel gabungan dari Polri, TNI serta Dinas Pemadam Kebakaran, kembali turun ke lokasi dan melakukan pemadaman secara bersama. Bahkan pada pukul 10.00 Wita, kembali terpantau muncul titik api di wilayah Dusun IV Desa Toboli yang merambat ke arah selatan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kabag Ops Polres Parigi Moutong, Kompol Sugianto, langsung berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong dan memimpin personil Polsubsektor Parigi Utara, turun ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Serta, pukul 12.00 Wita, sebagian titik api berhasil dipadamkan. Namun sejumlah titik api lainnya masih belum dapat dijangkau karena berada di area pegunungan dengan medan yang cukup terjal.

Pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 Wita, kembali terpantau kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dusun IV Desa Toboli. Titik api, terlihat cepat membesar dan meluas karena banyaknya vegetasi kering seperti bambu serta semak belukar yang mudah terbakar. Hingga malam hari, api masih belum sepenuhnya padam dan korbannya masih terlihat dari kejauhan di sepanjang jalan Trans Sulawesi yang melintasi Desa Avolua.

Terkait hal itu, Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, mengatakan pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk penanganan kebakaran tersebut.

“Personel Polri bersama TNI, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya pemadaman. Namun masih terdapat beberapa titik api yang berada di lokasi dengan medan cukup berat sehingga sulit dijangkau,” jelasnya.

Dirinya, juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

“Kami menghimbau masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera dilakukan penanganan sebelum api meluas,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....