Puskesmas Biau Targetkan Penurunan Stunting 50% di Tahun 2026

  • 06 Mar 2026 10:39 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Biau terus memperkuat strategi untuk menekan angka stunting di wilayahnya. Meski dihadapkan pada efisiensi anggaran, pihak Puskesmas optimis dapat menurunkan prevalensi stunting secara signifikan melalui berbagai inovasi pelayanan kesehatan.

Kepala UPT Puskesmas Biau, Ibu Jasma, mengungkapkan bahwa penanganan stunting dibagi menjadi dua kategori utama, yakni pencegahan sejak masa kehamilan dan intervensi pada balita yang sudah terdiagnosa.

Langkah awal yang ditekankan adalah pengawasan ketat terhadap kesehatan ibu hamil. Jasma mengimbau para ibu untuk melakukan pemeriksaan rutin minimal enam kali selama masa kehamilan, baik di Posyandu maupun langsung ke Puskesmas.

"Ibu hamil juga diupayakan meminum minimal 90 tablet tambah darah selama masa kehamilan. Selain itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah bayi lahir menjadi kunci utama pencegahan stunting dari hulu," ujar Jasma dalam sesi wawancara, Kamis 5 Maret 2026.

Salah satu terobosan yang akan segera diimplementasikan adalah program Orang Tua Asuh bagi anak stunting. Program ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat tingkat kabupaten yang dipimpin langsung oleh Bupati.

Berikut adalah poin-poin utama program tersebut:

  • Sasaran Spesifik: Fokus pada balita di bawah usia dua tahun (baduta) karena periode ini merupakan masa krusial untuk koreksi pertumbuhan.
  • Mekanisme: Setiap anak stunting akan didampingi oleh orang tua asuh yang membantu memberikan tambahan asupan nutrisi.
  • Pendampingan Medis: Puskesmas tetap melakukan pemantauan kontinu, pemberian edukasi pola asuh, serta penanganan medis bagi anak dengan gangguan kesehatan tertentu.

Terkait efisiensi anggaran, Jasma menegaskan bahwa pelayanan dasar tidak boleh terhenti. Meski dana operasional melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) terbatas, hal tersebut tidak menjadi penghambat bagi tenaga kesehatan untuk turun ke lapangan.

"Tugas kami adalah melayani. Walaupun anggaran terbatas, itu tidak membatasi pelaksanaan program karena sudah menjadi tugas pokok (tusi) kami. Namun, kami tetap berupaya meningkatkan insentif kader sebagai mitra utama di Posyandu agar deteksi dini berjalan maksimal," tambahnya.

Puskesmas Biau memasang target tinggi untuk evaluasi pada Agustus 2026 mendatang. Pihaknya berharap angka stunting di wilayah Biau dapat ditekan hingga 50% dari angka saat ini.

Selain intervensi gizi, perbaikan sarana pendukung seperti gedung Posyandu yang nyaman serta akses air bersih dan jamban sehat juga menjadi perhatian pemerintah setempat untuk meningkatkan minat masyarakat datang ke fasilitas kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....