Pakar Geofisika, Sarankan Tolitoli Petakan Area Pantai lewat Coastal Management

  • 06 Mar 2026 10:35 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Simpang siur mengenai penyebab gempa beruntun yang mengguncang Kabupaten Tolitoli akhirnya terjawab secara ilmiah. Peneliti Geofisika dan Geologi Sulawesi Tengah, Ir. Delyuzar Ilahude, M.T., menegaskan bahwa rentetan guncangan tersebut merupakan aktivitas patahan lokal, bukan ancaman dari zona Megathrust yang selama ini dikhawatirkan masyarakat.

Berdasarkan data teknis, Delyuzar menjelaskan bahwa gempa utama yang terjadi memiliki kedalaman sekitar 10 km. Secara geologis, kedalaman ini mengindikasikan gempa darat yang sangat dangkal.

"Ini adalah patahan aktif yang terjadi di darat. Tidak mungkin berhubungan dengan Megathrust yang berada di laut sebelah utara, karena jika itu Megathrust, guncangan di darat akan tercatat sebagai gempa menengah, bukan dangkal 10 km," ungkap Delyuzar dalam dialog Lintas Pagi RRI Selasa, (2/3/2026)

Menanggapi keresahan warga soal gempa yang terjadi berulang kali, Delyuzar menyebut hal tersebut sebagai fenomena alam yang wajar. Menurutnya, bumi sedang melepaskan energi secara bertahap untuk mencari titik keseimbangan baru setelah terjadinya gempa utama.

  • Pelepasan Energi: Energi dilepaskan sedikit demi sedikit agar posisi lempeng kembali stabil.
  • Kekuatan Menurun: Secara teoritis, gempa susulan tidak akan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada gempa utamanya.
  • Posisi Geografis: Tolitoli berada di wilayah "Busur Kepulauan" yang memang memiliki akumulasi energi tinggi karena diapit lempeng tektonik besar seperti Lempeng Pasifik dan Australia.

Salah satu poin paling penting yang ditekankan oleh Delyuzar adalah terkait risiko tsunami. Ia memastikan bahwa gempa yang bersumber di darat tidak akan memicu gelombang laut yang berbahaya.

"Tsunami hanya terjadi jika ada deformasi atau perubahan bentuk di dasar laut. Karena gempa ini terjadi di darat, maka deformasi dasar laut tidak ada. Jadi, masyarakat tidak perlu takut akan adanya tsunami," tegasnya.

Delyuzar menyarankan agar Pemerintah Daerah segera melakukan klasifikasi area pantai melalui Coastal Management. Hal ini penting untuk memetakan pantai mana yang landai dan berpotensi terdampak jika suatu saat terjadi gempa di laut, serta pantai mana yang memiliki tebing curam sebagai perlindungan alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....