Volume Sampah di Kabupaten Buol Meningkat Selama Ramadan, Terkendala Armada Tua

  • 06 Mar 2026 10:35 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol melaporkan adanya tren kenaikan volume sampah rumah tangga yang cukup signifikan di wilayah Kecamatan Biau sejak memasuki awal bulan suci Ramadhan. Peningkatan ini berdampak langsung pada ritme kerja petugas kebersihan di lapangan yang kini harus bekerja ekstra dibandingkan hari-hari biasanya.

Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan sekaligus Kasi Penanganan Sampah, Suleman, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan lapangan, tumpukan sampah mengalami peningkatan yang membuat proses pengangkutan tidak secepat biasanya. Jika pada hari biasa armada dapat menyelesaikan satu wilayah dalam waktu singkat, kini petugas memerlukan durasi lebih lama untuk membersihkan titik-titik penumpukan

Untuk menyiasati kondisi fisik petugas yang sedang menjalankan ibadah puasa, jadwal operasional telah diatur sedemikian rupa.

  • Pekerjaan dimulai segera setelah shalat Subuh untuk memanfaatkan suhu udara yang masih sejuk.

  • Proses pengangkutan ditargetkan selesai sekitar pukul 08.00 WITA

  • Pengaturan jadwal ini bertujuan agar stamina para anggota pengangkut tetap terjaga dengan baik hingga waktu berbuka tiba.

.

Tantangan terbesar yang dihadapi DLH Buol saat ini bukan hanya soal volume sampah, melainkan kondisi armada yang memprihatinkan. Dari total 8 unit mobil pengangkut yang dimiliki, hanya 4 unit yang saat ini dalam kondisi prima dan layak beroperasi penuh. Minimnya armada yang sehat ini menghambat efektivitas pelayanan, terutama di saat produksi sampah masyarakat sedang tinggi-tingginya.

"Kendala utama kami adalah mobil yang sudah tua. Saat ini ada 2 unit yang terpaksa masuk bengkel karena mengalami kerusakan mesin setelah digunakan," ungkap Suleman dalam wawancara Kamis, 05 Februari 2026

Pihak DLH juga merilis daftar kelurahan yang menjadi penyumbang sampah terbesar di Kecamatan Biau selama Ramadan ini:

  • Kelurahan Buol (Kawasan Pasar/Bandar): Menjadi titik dengan volume sampah paling tinggi.

  • Kelurahan Leok II: Menempati posisi kedua dalam tingkat kepadatan sampah.

  • Kawasan Kali: Menjadi titik krusial berikutnya yang memerlukan perhatian ekstra.

  • Kelurahan Leok I: Melengkapi daftar wilayah dengan produksi sampah yang meningkat.

Sementara itu, wilayah seperti Kelurahan Kulango dan Kelurahan Buol Baru dilaporkan masih dalam kondisi yang relatif stabil dan terkendali.

Edukasi Pemilahan dari Sumber

Sebagai solusi jangka panjang dan untuk meringankan beban petugas di tengah keterbatasan armada, Suleman mengimbau masyarakat untuk mulai mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....