Produksi Kedelai Lokal Butuh Dukungan Benih Terpadu
- 04 Mar 2026 15:08 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distapanghorti) Kabupaten Tolitoli terus mendorong penanaman kedelai sebagai salah satu komoditas strategis untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Menurut Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian Distapanghorti Kabupaten Tolitoli Nasruddin menyampaikan bahwa beberapa petani di Ogodeide tetap konsisten melaksanakan kegiatan pertanaman kedelai setiap musim tanam. Di Desa Bambalaga misalnya, terdapat petani yang rutin menanam dan menjaga komitmen tersebut. Konsistensi serupa juga terlihat di Desa Salumbia, yang menunjukkan keseriusan para petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian khususnya kedelai.
Selain itu, kegiatan pertanaman kedelai juga dilakukan di daerah Dungingis, Kecamatan Dako Pamean. Menurut Nasruddin, pihaknya hingga kini masih menunggu hasil panen dari berbagai lokasi tersebut untuk mengetahui produksi yang diperoleh.
"Sampai hari ini masih konsisten untuk melaksanakan pertanaman kedelai itu ya di daerah Ogodeide. Di Ogodeide memang ada petani di sana, yang sangat konsisten. Setiap musim tanam dia menanam, itu di Desa Bambalaga, kemudian ada juga di Desa Salumbia, yang kemarin kita sama-sama juga melakukan pertanaman itu ada di daerah Dungingis atau Kecamatan Dako Pamean. Ya mungkin sampai hari ini masih kita tunggu juga hasil produksi panennya nanti." ungkap Nasruddin.
Nasruddin menyampaikan bahwa masyarakat khususnya di wilayah Desa Bambalaga tetap mempertahankan budidaya kedelai karena usaha ini telah dilakukan secara turun-temurun dan menghasilkan kualitas yang baik. Menurutnya, tanaman kedelai menjadi salah satu komoditas unggulan yang terus dikembangkan di wilayah tersebut.
Namun, Nasruddin mengingatkan adanya kekhawatiran jika petani tidak mendapatkan bantuan dukungan yang memadai. Tanpa bantuan, mereka berpotensi beralih menanam komoditas lain, seperti kelapa sawit, yang saat ini mulai banyak dibudidayakan di sekitar lokasi tersebut. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar petani tetap konsisten dan bertahan dengan penanaman kedelai.
"Cuma yang kita khawatirkan jangan sampai karena misalnya kita tidak punya bantuan apa-apa kesana nantinya, mereka beralih untuk ke tanaman lain, karena di sekitarnya kan sudah mulai banyak yang menanam tanaman kelapa sawit." ujarnya.
Nasruddin menjelaskan bahwa bantuan PPL di lapangan selalu memantau dan memberikan dukungan terkait penanaman kedelai. “Bahkan, jika nantinya ada informasi dari pusat atau provinsi mengenai usulan CPCL, kemungkinan kami akan mengembangkan program ini ke wilayah lain,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya juga akan mencari informasi mengenai perbandingan harga antara kedelai lokal dan kedelai impor.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa upaya mendorong dan mendampingi petani dalam menanam kedelai menjadi hal yang penting. Ia menekankan perlunya sosialisasi kepada masyarakat bahwa selain tanaman pangan lain seperti jagung, kedelai juga memiliki peran yang tidak kalah penting.
Menurutnya, selama ini pihaknya rutin masuk ke berbagai wilayah yang memiliki potensi untuk menanam kedelai. Namun, ia menyadari tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait ketersediaan benih. Banyak daerah yang sebenarnya cocok untuk budidaya kedelai, tetapi petani kesulitan mengakses benih yang dibutuhkan.
"Petani juga bingung jika benih tidak tersedia. Bagaimana mereka mau menanam jika benih saja sulit didapat," ujar Nasruddin. Ia berharap dengan dukungan yang tepat, tantangan ini bisa diatasi dan produksi kedelai di wilayah tersebut dapat meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....