Generasi Muda Luruskan,Pemahaman Puasa Mode Sleep
- 27 Feb 2026 11:39 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Kamis, 26 Februari 2026. Dalam program Tauladan (Tanya Ustadz di Bulan Ramadhan) yang dimulai pukul 16.05 WITA hingga selesai, Ustadz. Arya Renaldy selaku Sekretaris DPK BKPRMI Kecamatan Baolan hadir menyapa para pendengar dengan topik yang menarik perhatian generasi muda, yakni Puasa Mode Sleep Yuk Luruskan Hadisnya.
Dalam dialog interaktif tersebut, Ustadz Arya Renaldy menyoroti fenomena di kalangan remaja yang menganggap puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan, tidur sepanjang hari, dan mengurangi produktivitas.Ia menegaskan bahwa pemahaman seperti ini perlu diluruskan agar tidak menyimpang dari nilai dan hikmah puasa yang sebenarnya.
Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum melatih kedisiplinan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbaiki akhlak, ujar Arya kepada rri co.id
Ia juga mengajak generasi muda di Kecamatan Baolan dan Kabupaten Tolitoli secara umum untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan peningkatan kapasitas diri.terkait istilah puasa mode sleep yang ramai di media sosial, Ustadz Arya menjelaskan bahwa tidak ada anjuran dalam hadits yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak tidur tanpa alasan syar’i saat berpuasa. Ia mengingatkan agar umat tidak mudah menyebarkan atau mempercayai kutipan hadis yang belum jelas sumber dan derajatnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa waktu Ramadhan justru harus diisi dengan kegiatan positif seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, membantu orang tua, serta aktif dalam kegiatan sosial dan keorganisasian.
Menurutnya, generasi muda adalah aset umat yang harus dibina agar memiliki pemahaman agama yang lurus sekaligus semangat kontribusi bagi masyarakat.
Sebagai Sekretaris DPK BKPRMI Kecamatan Baolan, Ustadz Arya Renaldy juga menyampaikan harapannya agar remaja masjid semakin aktif menghidupkan kegiatan keislaman di lingkungan masing-masing.
Ia menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan karakter dan kreativitas pemuda, terutama di bulan suci Ramadhan.
Menutup sesi Tauladan sore itu, Ustadz Arya mengajak para pendengar untuk menjadikan Ramadhan sebagai ajang upgrade iman, bukan upgrade rebahan.Ia berharap generasi muda Tolitoli mampu menunjukkan bahwa puasa adalah energi perubahan menuju pribadi yang lebih disiplin, produktif, dan bertakwa. Program tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat yang berharap kajian serupa terus dihadirkan selama Ramadan melalui Pro 2 RRI Tolitoli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....