Pemprov Sulteng Ajak TPID se-Sulteng Antisipasi Inflasi jelang Idul Fitri
- 27 Feb 2026 08:55 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, mengajak seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota se-Sulteng, untuk menyampaikan saran dan masukan dalam momentum Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPID se-Sulteng, Kamis, 26 Februari 2026.
Forum tersebut, digelar sebagai ruang konsolidasi daerah dalam menghadapi tekanan inflasi yang kembali meningkat pada awal tahun 2026.
Wakil gubernur, menuturkan bahwa inflasi Sulawesi Tengah pada Januari 2026 kembali bergerak naik dari ambang batas yang ditetapkan, setelah sebelumnya pada Desember 2025, berhasil ditekan hingga berada pada level toleransi 3,5 persen. Kondisi itu, menjadi sinyal kuat agar seluruh unsur TPID se Sulteng menerapkan langkah-langkah antisipatif sejak dini.
Pihaknya mengungkapkan, perubahan cuaca ekstrem mempengaruhi produksi pangan di Sulteng, sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas volatile food seperti bawang, cabai, ikan laut, telur dan beras. Selain itu, perilaku masyarakat yang cenderung memborong emas akhir-akhir ini, juga nilainya memberi andil terhadap tekanan inflasi Sulawesi Tengah.
Sementara, menjelang libur Idul Fitri, ia memprediksi akan diikuti dengan kenaikan harga tiket transportasi sebagai salah satu pemicu inflasi, serta diikuti dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat pada periode tersebut.
"Ayo kita cari tahu betul, apa yang harus dilakukan supaya inflasi ini turun dan sehat kembali," imbaunya.
Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, menerangkan cuaca ekstrem tidak hanya berdampak di Sulawesi Tengah, tetapi juga dialami sejumlah provinsi tetangga sekitar Sulawesi Tengah.
Kelangkaan stok pangan di daerah tetangga akibat cuaca ekstrem, mendorong peningkatan permintaan pasokan dari Sulawesi Tengah, sebagai salah satu daerah produsen pangan terdekat mereka.
Di sisi lain, periode libur panjang dan tradisi mudik diperkirakan akan ikut memicu lonjakan kebutuhan di sejumlah daerah. Bahkan, dengan arus keluar barang yang tinggi dari Sulawesi Tengah, untuk memenuhi permintaan tadi dipastikan akan menimbulkan kelangkaan stok di dalam Sulawesi Tengah yang kemudian diikuti kenaikan harga.
Sehingga, dirinya menyarankan pentingnya langkah konkret dan terukur, antara lain melalui penajaman implementasi framework 4K atau Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.
Mengintensifkan sidak pasar dan pelaksanaan pasar murah, optimalisasi neraca pangan, penguatan rantai distribusi, serta perluasan kerjasama antar daerah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat khususnya di periode jelang idul fitri hingga pasca-idul fitri.
Dengan upaya itu, ia optimis dapat mengembalikan inflasi Sulawesi Tengah ke ambang batas yang terkendali.
"Harapan kami saat Maret, inflasi Sulawesi Tenga lebih melandai," harapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....