Lapas Tolitoli Optimalkan Pembinaan Kemandirian Berbasis Kayu Medang
- 25 Feb 2026 11:42 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan bahan baku lokal kayu. Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang bernilai seni sekaligus memiliki daya jual ekonomi.
Pembinaan kemandirian tersebut menjadi wujud komitmen Lapas Tolitoli dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah bebas. Melalui pendampingan yang terarah, warga binaan didorong menghasilkan beragam produk kerajinan kayu yang bernilai jual.
Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Kelas IIB Tolitoli, Frengki, menjelaskan bahwa pembinaan awalnya memanfaatkan batang pohon kelapa sebagai bahan baku. Namun, seiring evaluasi terhadap kualitas produk, pihak Lapas beralih menggunakan Kayu Medang yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
“Awalnya kami menggunakan batang kelapa, tetapi dengan mempertimbangkan kualitas dan daya tahan produk, sekarang kami menggunakan Kayu Medang agar hasil kerajinan lebih kuat dan bernilai jual tinggi,” ujar Frengki, Rabu (25/2/2026).
Sebagai bentuk perlindungan terhadap hasil karya warga binaan, kerajinan berbahan Kayu Medang tersebut kini telah memiliki sertifikasi merek dengan nama Kawarbin atau Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tolitoli.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Tolitoli, Feldianto, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman kerja.
“Melalui pembinaan ini, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja. Bahkan dari hasil penjualan karya tersebut, mereka memperoleh premi, sehingga tidak sekadar bekerja, tetapi juga mendapatkan keuntungan,” jelasnya.
Menurut Feldianto, pemberian premi menjadi motivasi tambahan bagi warga binaan untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas produk. Ke depan, Lapas Tolitoli berharap program pembinaan kemandirian ini dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun perluasan pemasaran.
“Kami berharap pembinaan ini terus berkembang dan memberikan dampak positif, terutama bagi warga binaan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....