Minim Pengawasan Orangtua Picu Anak Kecanduan Gawai
- 22 Feb 2026 13:31 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Kurangnya interaksi orangtua terhadap anak, baik dalam bentuk komunikasi maupun perhatian, berisiko tinggi memicu rendahnya kepercayaan diri anak. Kondisi ini kerap berujung pada pelarian emosional yang tidak stabil, sehingga anak cenderung mencari “dunia sendiri” melalui interaksi di ruang digital tanpa pengawasan memadai dari orangtua.
Fenomena kecanduan gawai pada anak menjadi persoalan yang semakin mengkhawatirkan di era digital saat ini. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia, lebih dari 73,3 persen anak usia sekolah telah memiliki gawai dan menggunakannya dalam durasi yang cukup lama setiap hari.
Mencermati kondisi tersebut, Penggiat Literasi Anak, Johana, menegaskan bahwa digitalisasi tidak dapat dipisahkan dari berbagai aktivitas, termasuk di bidang pendidikan. Menurutnya, dari sisi positif, penggunaan gawai dapat menunjang peningkatan pembelajaran siswa.
“Digitalisasi sangat membantu proses belajar anak, namun jika tanpa pengawasan orangtua, gawai justru bisa menjadi pelarian anak untuk mengakses informasi yang belum tentu pantas bagi usia sekolah,” ujar Johana.
Johana yang juga merupakan tenaga pengajar di SDN Pembina menambahkan, peran aktif orang tua sangat dibutuhkan dalam mendampingi anak saat menggunakan gawai. Pendampingan ini penting agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan sesuai dengan tahapan perkembangan usia mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....