Akademisi Untad Dukung Program Sanlat Disdikbud Tolitoli
- 20 Feb 2026 15:31 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Kegiatan pembelajaran selama bulan suci Ramadhan di sejumlah sekolah di Kabupaten Tolitoli akan diisi dengan program pesantren kilat (sanlat) yang dijadwalkan mulai 25 Februari 2026. Program ini akan dilaksanakan untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran menteri yang mengatur pelaksanaan pembelajaran selama Ramadhan.
Kepala SDN Pembina Tolitoli Abdul Gafar, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan selama Ramadhan tidak sekadar mengurangi jam belajar, melainkan diarahkan pada pembinaan karakter siswa. Menurutnya, sekolah didorong untuk menerapkan pembelajaran melalui kegiatan pembiasaan yang selaras dengan nilai-nilai dalam kebiasaan anak Indonesia.
“Kegiatan pembelajaran khususnya pesantren kilat yang dilakukan di bulan Ramadhan ini adalah kegiatan yang mengacu berdasarkan surat edaran menteri. Kami didorong untuk memberikan pelajaran lewat kegiatan dan kebiasaan dari anak Indonesia. Itu yang harus diterapkan di sekolah-sekolah selama Ramadhan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pesantren kilat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat nilai keagamaan siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa akan mendapatkan materi keagamaan, pembinaan akhlak, serta aktivitas positif yang relevan dengan suasana Ramadhan. Sekolah diharapkan mampu mengemas kegiatan tersebut secara edukatif dan tetap menyenangkan bagi peserta didik.
Sementara itu, Akademisi Universitas Tadulako Dr. Jamaludin, M.Si mengapresiasi dan memberikan dukungan untuk kegiatan sanlat yang dicanangkan oleh Disdikbud Tolitoli. Dia menilai momentum Ramadhan seharusnya tidak disikapi dengan penurunan semangat belajar. Ia mengingatkan agar sekolah tidak menjadikan kebijakan dari Kementerian sebagai alasan untuk bermalas-malasan dalam menjalankan proses pendidikan.
“Saya kira bagus ya momentum ini, ketika ada kebijakan yang diberlakukan dari kementerian, lalu sekolah jadi bermalas-malasan. Skema ini tentu dimaksudkan untuk memberi ruang lain untuk pembinaan mental siswa kita,” katanya.
Menurut Jamaludin, kebijakan tersebut justru membuka peluang bagi sekolah untuk memperkuat pembinaan mental dan spiritual siswa. Ia menilai bahwa pembelajaran di bulan Ramadhan bisa difokuskan pada penguatan karakter, kedisiplinan, serta nilai kebersamaan yang sering kali kurang mendapatkan porsi dalam kegiatan belajar reguler.
"Saya kira ini suatu langkah yang baik ya. Kami mensupport apa yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Tolitoli dalam skema pembelajaran di bulan Ramadhan. Dan saya kira sanlat ini adalah satu kegiatan yang harus selalu disemarakkan di tiap bulan Ramadhan." ujar Jamaludin.
Dengan adanya pesantren kilat dan penyesuaian pembelajaran selama Ramadhan, diharapkan sekolah dapat tetap menjalankan fungsi pendidikan secara optimal. Tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki mental kuat dan karakter yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....