Penyuluh Pertanian Ujung Tombak Penggerak Pertanian di Palasa
- 07 Feb 2026 15:31 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memegang peran strategis dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, khususnya di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta keterbatasan akses teknologi, PPL hadir sebagai ujung tombak pendampingan petani agar mampu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan hidup.
Salah seorang PPL Kecamatan Palasa, Fadel, mengatakan tugas utama PPL adalah bersentuhan langsung dengan para petani serta kelompok tani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Tugas kami memang untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani serta kelompok-kelompok tani sehingga bisa meningkatkan proses pertanian di sini,” ungkap Fadel.
Fadel mengungkapkan, dirinya baru dipindahtugaskan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Palasa. Sebelumnya, pada periode 2021 hingga 2025, ia bertugas membina petani di Kecamatan Tinombo. Meski demikian, ia menyatakan komitmennya untuk tetap mengabdi dan membantu petani di mana pun ditugaskan.
Menurut Fadel, langkah awal yang dilakukan di wilayah binaan Kecamatan Palasa adalah Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), yakni proses mengenali dan menganalisis potensi pertanian setempat. Dari IPW tersebut, selanjutnya akan ditemukan berbagai permasalahan lapangan yang kemudian dirumuskan dalam Rancangan Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP).
“RKTP ini nantinya kita komunikasikan ke Pemerintah Desa dan juga Pemerintah Daerah. Dari situ, kita cari solusi terbaik terhadap permasalahan yang ada di wilayah binaan,” jelasnya.
Hasil identifikasi menunjukkan Kecamatan Palasa memiliki potensi komoditas unggulan, seperti jagung di sektor pertanian, kakao, cengkeh, dan tembakau di sektor perkebunan, serta bawang di sektor hortikultura yang akan terus dioptimalkan pengembangannya.
Selain bimbingan teknis bertani, PPL juga berperan memfasilitasi petani dalam memperoleh benih unggul, pupuk, dan alat pertanian, serta membantu akses terhadap program-program pemerintah. Hal ini sejalan dengan program prioritas swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami juga melakukan diseminasi informasi, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, proses penanaman, hingga pemasaran dan pengolahan pasca panen,” tambah Fadel.
Ia menilai antusiasme petani di Kecamatan Palasa cukup baik. Beberapa kelompok tani yang sempat vakum kini mulai diaktifkan kembali dan didorong agar berkembang lebih optimal.
Ke depan, Fadel berharap hubungan sinergis antara PPL dan petani di seluruh Indonesia terus terjaga. Terlebih setelah status PPL resmi ditarik ke pemerintah pusat di bawah Kementerian Pertanian per Januari 2026, yang diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia telah mengumumkan capaian swasembada pangan pada 7 Januari 2026. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran serta seluruh elemen bangsa, termasuk PPL yang menjadi mitra strategis petani di lapangan dan patut mendapat apresiasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....