Tradisi Baca Arwah Warnai Sambut Ramadan Buol
- 07 Feb 2026 15:08 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat di berbagai daerah Indonesia memiliki tradisi khas yang terus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya adalah tradisi baca arwah, yakni doa bersama untuk mendoakan arwah keluarga dan para leluhur yang telah meninggal dunia.
Tradisi baca arwah biasanya dilaksanakan beberapa hari hingga beberapa pekan sebelum Ramadhan. Kegiatan ini dilakukan di rumah keluarga, mushola, maupun masjid, dan dipimpin oleh tokoh agama setempat. Rangkaian acaranya meliputi pembacaan Surah Yasin, tahlil, doa arwah, serta doa agar umat diberikan kelancaran dan keberkahan dalam menjalani ibadah puasa.
Di Kabupaten Buol, salah satu warga, Ibu Purgon, menggelar tradisi baca arwah pada Sabtu, 7 Februari 2026. Ia menyebutkan bahwa tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun oleh keluarganya.
“Baca arwah sudah menjadi kebiasaan turun-temurun. Selain mendoakan orang tua dan leluhur, ini juga menjadi pengingat bagi kami yang masih hidup untuk mempersiapkan diri secara batin menyambut bulan suci,” ujar Ibu Purgon.
Bagi masyarakat setempat, baca arwah bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan sosial. Momen ini dimanfaatkan keluarga besar untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta memperkuat ikatan kebersamaan menjelang Ramadhan.
Selain doa bersama, kegiatan baca arwah juga kerap disertai dengan penyajian hidangan sederhana seperti nasi, lauk pauk, dan jajanan tradisional. Hidangan tersebut kemudian dinikmati bersama atau dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk sedekah, yang semakin memperkuat nilai sosial dalam tradisi ini.
Di beberapa wilayah, tradisi baca arwah juga dirangkaikan dengan ziarah makam atau nyekar, sebagai wujud penghormatan dan doa bagi para leluhur. Tokoh agama setempat menilai tradisi ini sejalan dengan nilai-nilai Islam, selama diisi dengan doa dan amalan yang baik.
Di tengah arus modernisasi, tradisi baca arwah tetap bertahan dan dijalankan oleh masyarakat. Hal ini mencerminkan kuatnya nilai religius, kebersamaan, serta penghormatan terhadap leluhur yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Kabupaten Buol.
Dengan dilaksanakannya tradisi baca arwah jelang Ramadan, masyarakat berharap dapat memasuki bulan suci dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, serta kesiapan spiritual yang lebih baik dalam menjalankan ibadah puasa dan amalan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....