Cegah Fenomena Child Grooming Melalui Literasi Digital
- 31 Jan 2026 16:39 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Child grooming, merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa melalui proses manipulasi psikologis, sehingga anak dapat dikendalikan dengan mudah. Tindakan ini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga dapat dilakukan melalui perantara media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Pranata Humas Muda Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Intje Yusuf, mengatakan bahwa child grooming sejatinya bukanlah fenomena baru. Isu itu, berkaitan erat dengan kekerasan terhadap anak dan kembali mencuat seiring terbitnya buku Broken String yang mengisahkan kehidupan seorang anak berusia 15 tahun yang menjadi korban child grooming oleh orang dewasa.
| Baca juga: Peran Orang Tua Penting Cegah Child Grooming |
“Fenomena ini, bisa terjadi secara langsung maupun melalui media sosial. Perkembangan zaman menuju era digital tidak dapat dihindari, sehingga child grooming menjadi perhatian khusus, bukan hanya bagi dinas terkait, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat,” ujar Intje Yusuf, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa salah satu langkah penting untuk mengantisipasi fenomena tersebut adalah melalui penguatan literasi digital, terutama bagi para orang tua. Dengan literasi digital yang baik, orang tua diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada anak terkait batasan-batasan dalam bermedia, termasuk mengenali potensi bahaya di ruang digital. Selain itu, upaya pencegahan child grooming memerlukan kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mencegah terjadinya child grooming,” tambahnya.
Ia berharap, dengan adanya kerjasama antar instansi serta peningkatan literasi digital di masyarakat, dapat tercipta upaya dan langkah konkret dalam mencegah serta
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....