Batu Silika Tolitoli Kualitas Terbaik Siap Mendunia

  • 21 Jan 2026 12:16 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI — Kabupaten Tolitoli melalui PT Kurnia Purnama Mineral (KPM) resmi memulai pengiriman batu silika hasil pertambangan dari Desa Janja, Kecamatan Lampasio, menuju smelter atau fasilitas pengolahan di Kalimantan. Pengiriman perdana ini menjadi tonggak awal dimulainya aktivitas ekspor batu silika dari wilayah Tolitoli ke luar daerah.

Pengapalan batu silika tersebut ditandai dengan pelaksanaan uji sandar dan uji olah gerak kapal tongkang di dermaga jetty yang berada di Dusun Abaling, Desa Pulias, Kecamatan Ogodeide. Uji coba dipimpin langsung oleh Petugas Lalu Lintas dan Jasa Pelayaran KSOP Kelas IV Tolitoli, Yolla Pontoh.

Yolla Pontoh kepada RRI menjelaskan, meskipun pembangunan jetty belum rampung sepenuhnya, hasil uji olah gerak kapal tongkang dan tugboat menunjukkan seluruh proses berjalan aman dan lancar. Ia menegaskan tidak ditemukan kendala berarti, khususnya terkait kedalaman laut di sekitar dermaga.

Menurut Yolla, keberadaan jetty yang dibangun PT Kurnia Purnama Mineral diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar maupun Pemerintah Daerah. Selain membuka peluang ekonomi baru, fasilitas tersebut juga berpotensi meningkatkan penerimaan daerah dan negara melalui sektor kepelabuhanan serta jasa pelayaran.

Sementara itu, CEO Founder sekaligus pemilik PT Kurnia Purnama Mineral, Ashar Gamang, SE, menyampaikan bahwa pada pengapalan perdana ini jumlah batu silika yang dikirim mencapai 3.500 metrik ton atau sekitar 2.540 meter kubik. Meski volumenya belum besar, pengiriman tersebut telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tolitoli.

Ashar menjelaskan, batu silika asal Tolitoli memiliki kualitas tinggi dengan kandungan SiO₂ mencapai 99,62 persen sehingga layak sebagai komoditas ekspor. Oleh karena itu, pihaknya memberi merek dagang “Silika Tolitoli, Indonesia” sebagai identitas produk unggulan daerah yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional. Ia juga berharap kehadiran industri silika dapat menarik investor lain untuk membangun smelter di Tolitoli dan menyerap ribuan tenaga kerja.

Kepala Desa Pulias, Kecamatan Ogodeide, Ilias, turut menyambut baik pembangunan jetty tersebut. Ia berharap fasilitas ini mampu menyerap tenaga kerja lokal serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menanggapi isu lingkungan, Ilias menegaskan pembangunan jetty tidak merusak kawasan mangrove. Lokasi pembangunan dipastikan tidak berada di area konservasi mangrove Desa Pulias sehingga kelestarian lingkungan pesisir tetap terjaga.

Diketahui, cadangan batu silika di wilayah Desa Janja diperkirakan dapat ditambang selama 10 hingga 15 tahun atau lebih. Pengapalan perdana ini turut dihadiri Kasat Sabhara Polres Tolitoli, aparat desa, serta Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Tolitoli.

Sebagai informasi, silika merupakan mineral berwarna putih yang memiliki manfaat luas, antara lain sebagai media filter air, bahan baku industri kaca dan keramik, komponen industri elektronik dan semikonduktor, hingga dimanfaatkan dalam bidang kosmetik, pertanian, serta dekorasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....