Makna perayaan hari raya Kuningan umat Hindu
- 29 Nov 2025 08:56 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Umat Hindu Kabupaten Parigi Moutong Sabtu,29/11/2025 merayakan hari raya kuningan di Pura Agung Jagat Nata Windu Segara,dihadiri oleh umat Hindu yang ada di kabupaten Tolitoli.Makna Hari Raya Kuningan adalah ungkapan syukur umat Hindu atas limpahan berkah dan keselamatan, serta persembahan untuk para leluhur dan roh suci. Kata "Kuningan" berasal dari "kuning," yang melambangkan kemakmuran, kesucian, dan kesejahteraan, serta sinar ilahi. Perayaan ini juga mengingatkan untuk menjaga keseimbangan hidup, keharmonisan, dan memperkuat spiritualitas.
Berikut Makna spiritual dan filosofis:
1 Simbol syukur: Kuningan adalah momentum untuk bersyukur atas segala anugerah Tuhan, terutama rezeki dan keselamatan.
2. Menghormati leluhur: Umat Hindu memberikan sesajen kepada para leluhur dan roh-roh suci yang telah berjasa.
3. Penyucian diri: Hari ini adalah waktu untuk membersihkan diri secara batin, menjauhkan diri dari sifat buruk seperti iri dan amarah.
4. Keseimbangan hidup: Kuningan mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan duniawi (dharma) dan rohani (adharma).
5.Keharmonisan: Perayaan ini juga mempererat tali persaudaraan dan hubungan sosial antar sesama.
Tradisi dan simbol
Nasi Kuning: Penggunaan nasi berwarna kuning dalam sesajen merupakan simbol kemakmuran dan kebahagiaan hidup.
Upacara: Dilaksanakan pada pagi hari, di mana umat bersembahyang menghadap para dewa, leluhur, dan pahlawan dharma.
Waktu pelaksanaan: Hari Raya Kuningan dirayakan 10 hari setelah Hari Raya Galungan, pada hari Saniscara Kliwon Wuku Kuningan.
Penampahan Kuningan: Sehari sebelum hari raya, umat melaksanakan persiapan dengan membuat sesajen dan menyembelih hewan ternak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....