Pemkab Buol Gelar Rapat Persiapan Program Cetak Sawah
- 10 Jul 2025 09:44 WIB
- Toli Toli
KBRN,Tolitoli : Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Rapat Percepatan Persiapan Kegiatan Cetak Sawah sebagai bagian dari pelaksanaan Tugas Pembantuan (TP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. Rapat ini dilaksanakan pada Rabu (9/7/2025), bertempat di Aula Pobokidan, Lantai II Kantor Bupati Buol, dan dibuka langsung oleh Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, lurah, kepala desa, serta para pemangku kepentingan di sektor pertanian se-Kabupaten Buol.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, SH, MH dalam laporannya menjelaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari surat Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang sebelumnya telah direspons melalui usulan resmi Bupati Buol kepada Kementerian Pertanian RI.
Diketahui bahwa target luas tanam nasional tahun 2025 mencapai 5 juta hektar. Untuk mendukung pencapaian ini, Kabupaten Buol ditargetkan mencetak sawah baru seluas 5.330 hektar. Hingga Juli 2025, realisasi yang telah dicapai baru 2.048,54 hektar.
Beberapa kendala di lapangan turut disampaikan dalam rapat, antara lain terbatasnya kesiapan dan identifikasi lahan, alih fungsi lahan sawah, kendala distribusi benih dan sarana produksi pertanian (saprotan), serta rendahnya minat petani dalam mengelola sawah kembali.
"Data produksi beras Kabupaten Buol saat ini sebesar 5.697 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai 13.359 ton per tahun. Artinya, masih terjadi defisit beras sekitar 1.000 ton," ungkap Yamin Rahim kepada rri.co.id Kamis (10/7/2025)
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol merancang program cetak sawah baru tahap awal seluas 1.000 hektar, yang terbagi dalam dua tahap masing-masing 500 hektar. Lahan tersebar di enam kecamatan, yaitu:
· Tiloan: 60 hektar
· Momunu: 385 hektar
· Lakea: 122 hektar
· Bokat: 22 hektar
· Bunobogu: 338 hektar
· Paleleh: 73 hektar
Total anggaran yang dialokasikan melalui APBN-TP untuk program ini mencapai Rp35,83 miliar, mencakup dukungan administrasi, penyusunan dokumen lingkungan, konsultasi pendamping, hingga pelaksanaan konstruksi.
Dalam sambutannya, Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa program cetak sawah merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperluas lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta mendukung program nasional seperti makan bergizi gratis untuk anak sekolah dan kelompok rentan.
"Program ini tidak boleh berhenti di ruang diskusi. Harus ada perencanaan teknis yang jelas, koordinasi lintas sektor yang kuat, serta pelaksanaan yang terukur dan bisa dievaluasi," tegasnya.
Bupati juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program cetak sawah di tahun-tahun sebelumnya, termasuk terhadap sawah yang telah dicetak namun terlantar atau belum dioptimalkan. Ia menambahkan, saat ini Pemkab Buol telah memperoleh alokasi 1.000 hektar sawah baru dan tengah menjajaki tambahan hingga 3.000 hektar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan administratif dan sosial harus menjadi prioritas sebelum program diperluas lebih jauh.
Menutup sambutannya, Bupati mendorong eksplorasi potensi pangan lokal seperti sagu, sebagai bagian dari konservasi pangan berbasis kearifan lokal dan upaya antisipasi terhadap kemungkinan krisis pangan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....