Kenali Ular, Hapus Mitos, Selamatkan Ekosistem
- 16 Jul 2025 07:57 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Setiap tanggal 16 Juli, dunia memperingati Hari Ular Sedunia (World Snake Day), sebuah momentum penting untuk mengenal lebih dekat salah satu hewan yang paling sering disalahpahami oleh manusia. Ular kerap dicap berbahaya dan mematikan, padahal fakta ilmiah menunjukkan tidak semua ular berbisa dan sebagian besar justru bermanfaat bagi keseimbangan alam.
Dilansir dari National Today, dari lebih dari 3.000 spesies ular yang ada di dunia, hanya sekitar 15% yang berbisa, dan sebagian besar lainnya tidak membahayakan manusia. Sayangnya, mitos yang diwariskan turun-temurun membuat ular sering dibunuh tanpa alasan.
Berikut tiga mitos populer tentang ular yang perlu diluruskan:
Semua ular berbahaya
Faktanya, mayoritas ular tidak berbisa. Justru mereka membantu mengendalikan hama, seperti tikus yang merusak pertanian.
Ular selalu menyerang manusia
Faktanya, ular justru lebih suka menghindari manusia dan hanya menyerang saat merasa terancam.
Ular mengejar manusia
Gerakan ular kadang tampak seperti mengejar, padahal mereka sebenarnya mencari jalan untuk kabur.
Sebagai predator alami, ular berperan penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan. Tanpa kehadiran mereka, populasi hama bisa meningkat drastis, merugikan pertanian dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
Di banyak wilayah Indonesia, sejumlah spesies ular kini terancam akibat perburuan liar dan rusaknya habitat. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat penting agar muncul kesadaran bahwa ular bukan musuh, melainkan bagian dari ekosistem yang harus dilindungi.
Hari Ular Sedunia 2025 menjadi pengingat, bahwa melindungi ular berarti menyelamatkan alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....