Sejarah Kentang hingga ke Meja Makan Dunia

  • 30 Mei 2025 09:33 WIB
  •  Toli Toli

KBRN,Tolitoli: Kentang, makanan yang kini akrab di lidah masyarakat dunia, ternyata memiliki sejarah panjang yang dimulai dari lereng Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Tanaman umbi-umbian ini bukan hanya sekadar bahan makanan, tetapi juga simbol ketahanan pangan dan bukti kekayaan pertanian dunia.

Menurut catatan sejarah, kentang pertama kali dibudidayakan sekitar 7.000 hingga 10.000 tahun lalu oleh suku Inca di wilayah yang kini dikenal sebagai Peru dan Bolivia. Bagi masyarakat Andes, kentang bukan hanya sumber makanan pokok, tetapi juga bagian dari budaya dan spiritualitas.

Kentang memiliki lebih dari 4.000 varietas asli di kawasan Andes. Mereka sangat menghargai tanaman ini karena mampu bertahan di medan dan iklim ekstrem.

Mengutip laman Potato Goodness Kentang mulai dikenal dunia setelah penjelajah Spanyol membawa umbi ini ke Eropa pada abad ke-16. Awalnya, kentang dianggap aneh, bahkan dicurigai beracun. Namun, seiring waktu, kentang menjadi solusi bagi krisis pangan di Eropa. Negara seperti Irlandia menjadikannya makanan pokok hingga akhirnya terjadi “Great Famine” (Kelaparan Besar) pada abad ke-19 akibat kegagalan panen kentang.

Kentang membantu mendorong pertumbuhan penduduk di Eropa karena mudah dibudidayakan dan padat energi.

Kentang mulai menyebar ke Asia melalui pedagang dan kolonial Eropa. Di Indonesia, kentang dikenal sejak masa penjajahan Belanda. Awalnya ditanam di dataran tinggi seperti Dieng, Berastagi, dan Lembang karena cocok dengan iklim pegunungan.

Kini, kentang Indonesia menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan. Tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk tradisional seperti perkedel dan opor kentang, tapi juga sebagai kentang goreng, keripik, bahkan tepung kentang.

Saat ini, kentang menempati posisi keempat sebagai makanan pokok dunia setelah padi, gandum, dan jagung. Organisasi Pangan Dunia (FAO) bahkan menetapkan tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Kentang, menyoroti pentingnya tanaman ini dalam ketahanan pangan global.

Kentang juga memainkan peran dalam inovasi pangan modern, seperti produk olahan siap saji, pangan darurat, dan makanan berbasis nabati.

Dari tanaman liar di Andes hingga menjadi bagian dari kehidupan miliaran orang di seluruh dunia, kentang adalah bukti bahwa satu tanaman bisa mengubah sejarah umat manusia.

Sebagai simbol ketahanan, adaptasi, dan kemajuan pertanian, kentang bukan sekadar lauk, tapi juga warisan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....