Aktivitas PETI di Parigi Moutong Berdampak pada Nelayan dan Usaha Tambak

  • 14 Feb 2025 13:09 WIB
  •  Toli Toli

KRBN,Tolitoli : Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang marak di wilayah Kabupaten Parigi Moutong kini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mulai dirasakan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan pelaku usaha tambak. Kabupaten yang memiliki 23 kecamatan ini kini menghadapi masalah serius terkait dampak lingkungan akibat kegiatan pertambangan ilegal yang berlangsung di beberapa titik.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong, Muhammad Nasir, mengungkapkan bahwa dampak dari kegiatan pertambangan ilegal ini kini mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha tambak.

"Meskipun dampaknya tidak langsung, aktivitas pertambangan di lima titik atau kecamatan di Parigi Moutong memberikan dampak yang cukup besar, terutama pada ekosistem pesisir yang menjadi tempat berkembang biaknya ikan,"ujar kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten Parigi Moutong Muhammad Nasir kepada rri.co.id Jum'at (14/2/2025 )

Proses sedimentasi yang berasal dari aktivitas pertambangan ini mengalir menuju perairan dan akhirnya bermuara di laut, yang pada gilirannya menutupi tempat-tempat habitat ikan, seperti padang lamun dan terumbu karang.

"Kerusakan pada ekosistem pesisir ini berdampak pada kelangsungan hidup ikan dan biota laut lainnya, yang pada akhirnya mengganggu mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut,"ungkapnya

Dinas terkait terus berupaya untuk mengatasi permasalahan ini dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar sektor kelautan dan perikanan tetap dapat berkembang dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....