Warga Pulau Kabetan Memanfaatkan Keterbatasan Listrik

  • 08 Okt 2024 17:32 WIB
  •  Toli Toli

KBRN,Tolitoli: Pulau Kabetan, meskipun mengalami keterbatasan akses kelistrikan, terus menunjukkan semangat dalam meningkatkan perekonomian warganya. Salah satu usaha yang berkembang pesat di daerah ini adalah pembuatan ikan asin, yang secara lokal dikenal sebagai ikan kering.

Akses listrik di Pulau Kabetan selama ini hanya mengandalkan mesin pembangkit diesel yang digunakan secara mandiri oleh warga. Pembangkit ini hanya beroperasi pada malam hari hingga pukul 23.00, sehingga penggunaan listrik sangat terbatas. Meski demikian, kondisi ini tidak menghalangi warga di tiga dusun yang ada di Pulau Kabetan untuk mendirikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Desa Kabetan, Ruslan Abdul Wahab, ketika dikonfirmasi mengenai situasi ini, menyampaikan bahwa keterbatasan yang ada tidak memadamkan semangat warga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

"Hasil tangkapan nelayan yang tidak habis terjual atau tidak dapat diawetkan karena ketiadaan es batu, dimanfaatkan warga untuk diolah menjadi ikan asin. Walaupun nilai ekonomisnya sedikit berkurang, permintaan untuk ikan asin cukup tinggi," ungkapnya.

Ruslan juga menambahkan bahwa pemasaran produk ikan asin buatan warga tidak mengalami banyak hambatan. Selain diperdagangkan di pasar lokal, beberapa wilayah tetangga juga menjadi konsumen produk olahan ikan asin dari Pulau Kabetan.

Ia menekankan bahwa meski infrastruktur kelistrikan di Pulau Kabetan masih terbatas, warga tetap berharap untuk segera mendapatkan akses listrik yang lebih layak. Namun, Ruslan yakin bahwa produk ikan asin dari Pulau Kabetan tidak kalah bersaing dengan produk dari wilayah lain, baik dari segi kualitas maupun harga.

Dengan populasi sekitar 310 kepala keluarga, Pulau Kabetan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus maju dan mengembangkan perekonomian lokal.

Selasa, (8/10/2024).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....