Ramadan Hampir Usai, Umat Diajak Muhasabah Diri dan Perbaiki Keikhlasan Ibadah

  • 20 Mar 2026 09:24 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri terhadap kualitas ibadah yang telah dijalankan selama sebulan Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri terhadap kualitas ibadah yang telah dijalankan selama sebulan penuh.

Dalam program Tauladan (Tanya Ustadz di Bulan Ramadhan) yang disiarkan RRI Tolitoli, narasumber Opick Delian Alindra menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas dan keikhlasan hati dalam menjalankannya.

Ia menyampaikan sebuah renungan bahwa meskipun ribuan hingga ratusan ribu umat Islam melaksanakan ibadah secara bersamaan, belum tentu semua ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT. “Bisa jadi dari sekian banyak orang yang beribadah, hanya sedikit bahkan mungkin hanya satu yang benar-benar diterima, karena dilakukan dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.

Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci utama diterimanya amal ibadah. Tanpa niat yang tulus semata-mata karena Allah, ibadah yang dilakukan berpotensi kehilangan nilai di sisi-Nya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri yang berkelanjutan. Tidak hanya rajin beribadah saat Ramadhan, tetapi juga mampu menjaga konsistensi tersebut setelah bulan suci berakhir.

Opick menambahkan bahwa akhir Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperbaiki kekurangan, memperbanyak doa, serta memohon ampunan agar ibadah yang telah dilakukan dapat diterima.

Ia berharap nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian sosial, dan pengendalian diri dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada bulan Ramadhan.

Dalam program Tauladan (Tanya Ustadz di Bulan Ramadhan) yang disiarkan RRI Tolitoli, pada Kamis, 19 Maret 2026.

narasumber Opick Delian Alindra menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas dan keikhlasan hati dalam menjalankannya.

Ia menyampaikan sebuah renungan bahwa meskipun ribuan hingga ratusan ribu umat Islam melaksanakan ibadah secara bersamaan, belum tentu semua ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT. “Bisa jadi dari sekian banyak orang yang beribadah, hanya sedikit bahkan mungkin hanya satu yang benar-benar diterima, karena dilakukan dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.

Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci utama diterimanya amal ibadah. Tanpa niat yang tulus semata-mata karena Allah, ibadah yang dilakukan berpotensi kehilangan nilai di sisi-Nya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri yang berkelanjutan. Tidak hanya rajin beribadah saat Ramadhan, tetapi juga mampu menjaga konsistensi tersebut setelah bulan suci berakhir.

Opick menambahkan bahwa akhir Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperbaiki kekurangan, memperbanyak doa, serta memohon ampunan agar ibadah yang telah dilakukan dapat diterima.

Ia berharap nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian sosial, dan pengendalian diri dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada bulan Ramadhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....