Mahasiswa Buol di Gorontalo Gelar Aksi Kemanusiaan Ramadan

  • 20 Mar 2026 07:07 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Buol - Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Buol di Gorontalo (PPMIBG) membuktikan bahwa eksistensi organisasi mahasiswa daerah tidak hanya terbatas pada rutinitas akademik. Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadhan, PPMIBG tampil menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan sekaligus penjaga nyala budaya bagi para perantau asal Tanah Pogogul.

Bintang Aqbal, salah satu Senior PPMIBG, mengungkapkan bahwa momentum Ramadhan tahun ini dimanfaatkan pengurus untuk menebar kemanfaatan yang menyentuh langsung masyarakat.

Menurut Aqbal, agenda organisasi selama Ramadhan sangat padat dengan kegiatan positif. Selain rutin menggelar Buka Puasa Bersama untuk mempererat solidaritas antar pengurus di asrama, mereka juga turun ke jalanan Gorontalo.

"Kami ingin keberadaan mahasiswa Buol dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar melalui aksi berbagi takjil," ujar Aqbal, 20 Maret 2026

Tak hanya itu, jiwa korsa mahasiswa Buol diuji saat bencana banjir melanda kampung halaman mereka akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu. Respon cepat ditunjukkan dengan membuka penggalangan dana dan bantuan logistik untuk meringankan beban para korban di Kabupaten Buol.

Menjelang Idul Fitri, Aqbal memberikan himbauan hangat kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa untuk memanfaatkan waktu libur dengan pulang ke kampung halaman (mudik).

Ia menekankan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan, melainkan momentum terbaik untuk menyambung kembali tali silaturahmi dengan keluarga besar. "Jangan lupakan rumah. Pulanglah untuk mempererat silaturahmi di tanah kelahiran," pesannya.

Sebagai sosok yang dituakan, Bintang Aqbal juga menaruh harapan besar agar PPMIBG tetap konsisten menjadi benteng pelestarian budaya Buol di "Kota Milu" (sebutan untuk Gorontalo). Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para kader yang masih teguh mempraktikkan adat istiadat leluhur di tanah rantau.

"Harapan saya, mahasiswa Buol tidak hanya mengejar kesuksesan akademik, tetapi juga tetap memegang teguh akar budaya. Identitas daerah adalah jati diri kita yang tidak boleh luntur meski jauh dari rumah," pungkasnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....