Pesanan Ramai jelang Buka Puasa, Kurir Antar Makanan Hadapi Tantangan

  • 17 Mar 2026 09:29 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Bulan Ramadhan membawa tantangan tersendiri bagi para kurir jasa antar makanan. Selain harus tetap menjalankan ibadah puasa, mereka juga dihadapkan pada lonjakan pesanan menjelang waktu berbuka.

Fajar, seorang kurir antar makanan, mengungkapkan bahwa perbedaan paling terasa saat Ramadhan adalah ketika ia harus mengantarkan makanan kepada pelanggan sementara dirinya sedang berpuasa.

“Di Ramadhan ini yang sangat membedakan adalah saat kita berusaha menunaikan kewajiban berpuasa, tapi di saat yang sama diminta membeli makanan. Di situlah ujian iman,” ujarnya.

Menurutnya, lonjakan pesanan biasanya terjadi pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Dalam rentang waktu tersebut, banyak pelanggan memesan makanan secara bersamaan.

“Pesanan biasanya mulai membludak di jam 16.00 sampai 18.00, saat sudah dekat waktu berbuka,” jelasnya.

Di tengah tingginya permintaan, berbagai kendala juga kerap terjadi di lapangan. Salah satu tantangan yang sering dialami adalah ketika nomor pelanggan tidak aktif atau sulit dihubungi saat pesanan sedang diantar.

“Kadang di saat jam krisis nomor tujuan tidak aktif dan tidak kooperatif, padahal saat itu orderan sedang ramai-ramainya,” katanya.

Fajar mengaku dirinya juga sering berbuka puasa di jalan karena masih menyelesaikan pesanan pelanggan. Namun, ia biasanya menghentikan sementara penerimaan pesanan beberapa menit sebelum waktu berbuka.

“Kalau buka di jalan sering juga. Tapi biasanya jam 17.50 saya stop terima orderan. Setelah salat magrib baru lanjut lagi,” ujarnya.

Meski penuh tantangan, ada juga momen berkesan yang dirasakan selama Ramadhan. Ia mengatakan tip dari pelanggan atau mendapatkan takjil gratis menjadi hal yang paling menyenangkan bagi para kurir.

“Kalau soal kesan tentu ada, misalnya dapat tip dari pelanggan. Tapi yang paling ditunggu biasanya info takjil gratis dan THR kalau ada,” katanya.

Dari sisi pendapatan, Fajar menilai Ramadhan memberikan dampak positif, terutama pada sepuluh hari terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah ada perubahan pendapatan di 10 hari mendekati lebaran,” ujarnya.

Di akhir wawancara, ia juga menyampaikan pesan kepada para pelanggan agar lebih sabar saat menggunakan jasa kurir, terutama pada jam-jam sibuk menjelang berbuka puasa.

“Kalau pelanggan lapar, kami juga sama. Kami selalu berusaha cepat, tapi di jalan harus menyesuaikan kondisi dan cuaca yang kadang tidak bisa ditebak,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....