BPBD Buol Siaga 24 Jam Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Selama Ramadan dan Idu
- 07 Mar 2026 17:01 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Buol - Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama bulan Ramadhan hingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama diarahkan pada penanganan risiko banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang cenderung meningkat pada masa peralihan musim di awal tahun.
Kepala BPBD Buol, Muhamad Kachfi Mardjuni, kepada RRI menyebutkan bahwa pihaknya telah mengaktifkan Pos Komando (Posko) Siaga Bencana yang beroperasi selama 24 jam penuh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat di wilayah terdampak.
"Sebanyak 49 personel disiagakan secara bergiliran dalam sistem 7×24 jam. Setiap harinya, sekitar 9 hingga 10 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) siap diterjunkan sewaktu-waktu jika terjadi bencana."Kata Kalag BPBD buol Jumat ( 6 Maret 2026)
Selain kesiapan sumber daya manusia, BPBD juga menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti perahu karet, mobil tangki air, serta peralatan komunikasi darurat guna menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses.
BPBD Buol juga terus mengedepankan kolaborasi lintas sektor serta manajemen risiko berbasis komunitas. Masyarakat diimbau berperan aktif dalam upaya pencegahan dan mitigasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama periode Ramadhan hingga Lebaran.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Sultan Bantilan Tolitoli, Wahyu, dalam wawancara bersama RRI mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Ia meminta masyarakat rutin mengakses informasi resmi melalui situs dan kanal resmi BMKG maupun media, termasuk RRI Buol.
"Selain itu, BMKG juga telah bergabung dalam grup WhatsApp kebencanaan guna mempercepat penyebarluasan informasi apabila terdapat prediksi cuaca buruk."Ungkap Wahyu
Dalam dua hari terakhir, cuaca di Kabupaten Buol, khususnya Kota Buol, terpantau diselimuti mendung dan diguyur hujan deras sejak siang, sore hingga malam hari.
Berdasarkan data historis dan analisis risiko, sejumlah kecamatan di Kabupaten Buol yang kerap terdampak bencana hidrometeorologi saat curah hujan tinggi antara lain Paleleh, Paleleh Barat, Bunobogu, Bukal, Momunu, dan Tiloan. Selain itu, wilayah pesisir Kabupaten Buol yang mencakup delapan kecamatan, 69 desa, dan tujuh kelurahan juga menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian khusus dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....