Tradisi Ramadan Gen Z Bergeser di Era Digital

  • 02 Mar 2026 11:10 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Bulan Ramadhan selama ini identik dengan tradisi kebersamaan, penguatan nilai spiritual, dan aktivitas ibadah yang bersifat komunal. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, cara Generasi Z menjalani Ramadhan mulai menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan.

Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki pola interaksi berbeda dibanding generasi sebelumnya. Pergeseran ini terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari aktivitas ibadah, tradisi buka puasa bersama, hingga cara berbagi dan memaknai spiritualitas. Fenomena tersebut menjadi perhatian sejumlah kalangan, termasuk pengamat sosial dan komunitas dakwah.

Pengamat sosial Tolitoli, Ahmad Rifai, menilai perubahan tersebut merupakan bentuk adaptasi generasi muda terhadap perkembangan zaman.

“Gen Z tidak meninggalkan Ramadhan, mereka hanya mengekspresikannya dengan cara yang berbeda. Tantangannya adalah bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat nilai ibadah, bukan justru menggeser esensinya,” ujarnya, Minggu (2/3/2026).

Salah satu pergeseran yang terlihat adalah aktivitas keagamaan. Jika sebelumnya tarawih dan kajian di masjid menjadi rutinitas utama, kini sebagian Gen Z memilih mengakses ceramah dan kajian keislaman melalui platform digital seperti video daring, podcast, hingga siaran langsung. Kemudahan akses menjadi keunggulan, meski interaksi sosial secara langsung dinilai mulai berkurang.

Perubahan juga tampak pada tradisi buka puasa bersama. Bukber yang dahulu menjadi ajang silaturahmi kini kerap dibarengi dengan kebutuhan dokumentasi untuk media sosial. Mulai dari pemilihan lokasi estetik hingga penampilan, momen berbuka sering kali menjadi bagian dari konten digital.

Selain itu, tradisi berbagi selama Ramadan juga mengalami transformasi. Sedekah dan donasi kini banyak dilakukan melalui platform digital dan dompet elektronik. Kampanye sosial pun dikemas lebih kreatif melalui konten daring, meski tetap diingatkan agar nilai keikhlasan tidak tergeser oleh sekadar pencitraan.

Pola konsumsi Gen Z selama Ramadan juga berubah seiring maraknya tren kuliner viral dan promo aplikasi belanja daring. Sahur dan berbuka tak lagi sebatas menu sederhana, melainkan turut dipengaruhi tren media sosial.

Meski demikian, banyak Gen Z memaknai Ramadhan secara lebih personal. Ramadan dipandang sebagai momen refleksi diri, pengembangan mental, dan penguatan spiritualitas melalui pendekatan yang lebih relevan dengan pengalaman pribadi.

Pergeseran tradisi ini dinilai bukan sebagai pengabaian nilai Ramadan, melainkan bentuk transformasi. Esensi Ramadhan seperti pengendalian diri, empati, dan kedekatan spiritual diharapkan tetap terjaga meski medianya berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....