Ramadan Momentum Strategis Perbaikan Diri dan Manajemen Hidup
- 23 Feb 2026 07:41 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadhan, suasana religius mulai terasa di berbagai penjuru Kabupaten Buol. Perubahan pola makan dan jam kerja tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi dimaknai lebih dalam sebagai momentum jeda strategis untuk perbaikan diri di tengah padatnya aktivitas harian.
Ramadan dinilai bukan hanya sebagai ritual ibadah, melainkan ruang refleksi untuk mengevaluasi kualitas hidup, kebiasaan, serta cara mengelola tekanan pekerjaan dan kehidupan sosial. Di tengah ritme hidup yang serba cepat, bulan suci hadir sebagai pengingat untuk melambat dan menata ulang prioritas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Nurkhairi, menegaskan bahwa puasa memiliki makna lebih luas dari sekadar menahan lapar dan dahaga.
“Puasa adalah latihan mengelola diri, termasuk menahan reaktivitas terhadap konflik di tempat kerja maupun lingkungan sosial. Melalui sahur dan berbuka, kita dilatih mengatur waktu secara presisi agar kehidupan duniawi tidak mengendalikan irama hidup, melainkan menjadi sarana meningkatkan amalan,” ujarnya kepada RRI.co.id, Senin (23/02/2026).
Ia menambahkan, Ramadan menjadi waktu terbaik untuk melakukan refleksi mendalam terhadap aktivitas yang selama ini dijalani.
“Ramadhan adalah saat yang tepat bertanya pada diri sendiri, apakah kesibukan kita selama ini benar-benar membuat kita berkembang atau sekadar sibuk tanpa makna,” tambahnya.
Menurut Nurkhairi, perbaikan diri di bulan Ramadhan bukan berarti menghentikan aktivitas, tetapi memberi nilai ibadah dalam setiap tindakan. Dengan demikian, setiap individu diharapkan keluar dari Ramadhan sebagai pribadi yang lebih tangguh, sabar, dan terorganisir dalam menjalani kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....