Tolitoli Perketat Pengawasan Prostitusi, Narkoba, dan Pekat

  • 17 Feb 2026 16:35 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID.Tolitoli-Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama jajaran kepolisian dan Satpol PP resmi meningkatkan status kewaspadaan wilayah menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meningkatnya eskalasi penyakit masyarakat (pekat) yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah umat Muslim. Dalam dialog lintas pagi pro 1 RRI Tolitoli (9/2), terungkap bahwa pengawasan akan difokuskan pada tiga sektor utama: praktik prostitusi terselubung, peredaran narkotika/miras, dan gangguan keamanan di jalan raya.

Satpol PP Kabupaten Tolitoli melalui Kabid Pengamanan Trantibum, Hendra Yudistira, menyatakan telah memetakan sejumlah titik penginapan dan rumah kos yang dicurigai menjadi lokasi prostitusi. Operasi yustisi akan menyasar pasangan non-muhrim guna menjaga norma sosial dan agama di wilayah tersebut. "Kami akan bertindak tegas namun tetap persuasif. Bagi yang terjaring, pembinaan akan dilakukan dengan melibatkan orang tua maupun pihak sekolah jika pelaku masih di bawah umur," ujar Hendra.

Kepolisian Resor (Polres) Tolitoli turut memperkuat pengawasan terhadap pemicu kriminalitas, yakni minuman keras dan narkoba. Kabag Ops Polres Tolitoli, AKP Suprojo, menjelaskan bahwa korelasi antara konsumsi miras dengan tindak pidana sangatlah kuat.

"Penyakit masyarakat seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga pencurian ayam dan tabung gas seringkali berawal dari sini. Polisi melalui Bhabinkamtibmas di tiap kelurahan kini lebih rutin melakukan sambang desa untuk memutus rantai peluang kejahatan tersebut," tegas AKP Suprojo.

Selain pekat secara moral, keamanan jalan raya menjadi prioritas melalui Operasi Keselamatan. Polisi mengantisipasi maraknya balap liar dan potensi kejahatan jalanan seperti penjambretan yang sering mengintai warga saat beraktivitas menuju masjid atau pasar di jam-jam rawan.

Pihak Kelurahan Baru, melalui Sekretaris Lurah Heri Dwi Putra, mengimbau warga agar tidak memberi celah bagi pelaku kejahatan. "Kami minta masyarakat mengamankan barang berharga secara mandiri dan tidak membiarkan anak-anak berkeliaran hingga larut malam tanpa pengawasan," pesannya.

Aparat gabungan menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Tolitoli adalah tanggung jawab kolektif. Melalui pengawasan berlapis ini, diharapkan momentum Ramadhan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....