Antusias Penyandang Disabilitas Sambut Piala Dunia 2026

  • 14 Mei 2026 15:27 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Piala Dunia FIFA 2026 akan segera digelar di tiga negara yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni 2026. Euforia menyambut pesta sepak bola terbesar dunia itu mulai terasa di tengah masyarakat, termasuk di berbagai daerah di Indonesia.

Antusiasme tidak hanya datang dari kalangan pecinta sepak bola pada umumnya, tetapi juga dari penyandang disabilitas netra yang turut menantikan jalannya turnamen bergengsi tersebut.

Ketua Tuna Netra Center Tolitoli, Arifin, saat diwawancarai RRI terkait siaran langsung Piala Dunia 2026, mengaku sangat menantikan perhelatan akbar itu meskipun memiliki keterbatasan penglihatan.

Menurutnya, keterbatasan tersebut bukan menjadi halangan untuk tetap mengikuti perkembangan sepak bola dunia. Ia mengatakan selama ini menikmati pertandingan melalui siaran radio RRI dengan komentar langsung yang detail.

Melalui siaran radio, dirinya mampu membayangkan jalannya pertandingan sekaligus merasakan atmosfer pertandingan yang tidak kalah seru dibanding menonton secara langsung di televisi.

"Mewakili teman -teman saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RRI yang kembali menyiarkan jalannya Piala Dunia 2026 sehingga masyarakat, termasuk penyandang disabilitas netra, tetap dapat menikmati setiap pertandingan"Kata Arifin Kamis(14 Mei 2026).

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Tolitoli, Saleh Kani, turut mengapresiasi RRI sebagai media massa yang memiliki hak siar Piala Dunia 2026. Menurutnya, kehadiran siaran radio akan sangat membantu masyarakat di berbagai kalangan dan daerah pelosok untuk mengikuti pertandingan.

Ia menilai siaran radio menjadi sarana penting agar pesta sepak bola dunia dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas netra.

Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung selama 39 hari, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen kali ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara, meningkat dari format sebelumnya yang hanya diikuti 32 negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....