Pemkab Buol Imbau Warga Waspadai Karhutla saat Kemarau

  • 21 Sep 2026 15:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL — Pemerintah Kabupaten Buol mengimbau masyarakat, khususnya para petani di 11 kecamatan dan 108 desa, agar tidak melakukan pembakaran dalam proses pembukaan lahan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi kemarau panjang.

Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo mengatakan, pembukaan lahan dengan cara membakar memang dinilai lebih murah dari sisi biaya. Namun, kondisi cuaca yang kering saat ini membuat api lebih sulit dikendalikan dan berpotensi meluas ke area lainnya.

Menurut Bupati yang akrab disapa Bowo tersebut, Kabupaten Buol hampir tiga bulan tidak diguyur hujan. Kondisi itu menyebabkan vegetasi mengering sehingga mudah terbakar, terlebih ketika disertai hembusan angin yang cukup kencang.

"Selain pembukaan lahan, masyarakat juga saya minta meningkatkan kewaspadaan saat membakar sampah, menyusul sejumlah kejadian kebakaran yang dipicu api dari pembakaran sampah yang tidak sepenuhnya padam," ungkap Bowo saat diwawancarai RRI, Senin (21/9/2026).

Bowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla. Terlebih, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau masih berpotensi berlangsung hingga akhir Oktober.

Sementara itu, terkait keterbatasan armada pemadam kebakaran (Damkar) yang menjadi sorotan masyarakat di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, Pemerintah Kabupaten Buol telah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya melalui pengadaan satu unit armada pemadam kebakaran baru untuk memperkuat kemampuan petugas.

Penambahan armada tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan kebakaran, terutama ketika terjadi di wilayah yang jauh dari pusat kota. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, tercatat sekitar 30 kejadian karhutla selama periode kemarau dengan dampak mencapai kurang lebih 500 hektare.

Area yang terdampak kebakaran meliputi lahan sagu, tanaman sawit, serta sejumlah tanaman perkebunan lainnya. Pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi cuaca masih kering, karena pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko meluasnya karhutla di Kabupaten Buol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....