El Nino Ancam Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Buol

  • 02 Sep 2026 09:01 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol: Fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang mulai berdampak langsung terhadap area pertanaman padi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut terutama dirasakan pada lahan pertanian yang masih mengandalkan sistem tadah hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol, Ir. H. Usman, M.Si., mengatakan dari total sekitar 4.600 hektare lahan persawahan di daerah tersebut, sekitar 50 persen masih mengandalkan sistem tadah hujan atau belum memiliki jaringan irigasi teknis.

Menurut Usman, kemarau yang berlangsung saat ini menyebabkan ketersediaan air untuk lahan persawahan menjadi terbatas. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi sekaligus meningkatkan risiko terjadinya gagal panen.

Pemerintah daerah, kata Usman, telah melakukan berbagai upaya untuk membantu petani menghadapi kondisi tersebut, termasuk melalui bantuan dari Kementerian Pertanian pada 2026. Namun, dampak bantuan tersebut diperkirakan baru dapat dirasakan pada musim tanam berikutnya.

Sementara itu, Yunartisari, SPI Penyuluh Ahli Muda Kementerian Pertanian RI Kabupaten Buol, mengatakan masih terdapat sejumlah lahan yang diperkirakan dapat melakukan panen meski berada di tengah kondisi El Nino.

Untuk musim tanam Mei, sekitar 82,8 hektare tanaman padi diperkirakan memasuki masa panen. Lahan tersebut di antaranya berada di wilayah Kecamatan Lakea dan Bukal.

Namun, kondisi berbeda dialami petani yang melakukan penanaman pada Juni hingga Juli. Yunartisari menyebut sebagian besar tanaman pada periode tersebut terancam gagal panen akibat keterbatasan pasokan air. “Yang tanam Juni-Juli hampir gagal karena tidak ada lagi air, sawah tanahnya mulai pecah-pecah,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, Yunartisari mengimbau petani agar lebih disiplin mengikuti waktu tanam yang telah disampaikan penyuluh pertanian di lapangan. Menurutnya, kepatuhan terhadap jadwal tanam yang disesuaikan dengan ketersediaan air dan kondisi musim menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan serta menjaga produktivitas padi di Kabupaten Buol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....