Bupati Erwin Burase Serahkan Lokasi Pembangunan KNMP

  • 20 Jul 2026 10:49 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melaksanakan Serah Terima Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong. Kegiatan ini menjadi tahapan awal pelaksanaan program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dalam membangun kawasan permukiman nelayan yang tertata, layak huni, dan produktif.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas kawasan pesisir melalui pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas masyarakat nelayan. Selain memperbaiki lingkungan permukiman, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Parigi Moutong sebagai salah satu daerah penerima program tersebut.

"Kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Program ini bukan sekadar pembangunan sarana dan prasarana, tetapi merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kawasan permukiman nelayan yang tertata, layak huni, produktif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan," ujar Erwin Burase dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut turut diikuti secara daring oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Yanwar Amri Yasman, bersama Tenaga Teknis Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Alfian. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Parigi Moutong memiliki garis pantai yang panjang dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Potensi tersebut dinilai menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan sektor kelautan yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Meski demikian, Erwin Burase mengungkapkan masih terdapat satu dari delapan kawasan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang status lahannya belum memenuhi persyaratan atau belum clean and clear. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat mengalihkan lokasi tersebut ke kawasan lain yang telah memenuhi ketentuan administrasi dan hukum.

"Kami mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa maupun masyarakat nelayan untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan pembangunan agar berjalan tepat waktu, tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat," kata Erwin.

Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu menghadirkan kawasan pesisir yang lebih modern, sehat, bersih, aman, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Dengan demikian, aktivitas penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan hingga pemasaran dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan nilai tambah terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembangunan kawasan tersebut juga diproyeksikan memperkuat ekosistem ekonomi pesisir, membuka peluang usaha baru, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Parigi Moutong.

Menutup sambutannya, Bupati Erwin Burase menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.

"Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Parigi Moutong, yaitu Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan Melalui Gerbang Desa, di mana pembangunan dimulai dari desa, termasuk desa-desa pesisir sebagai penyangga utama sektor kelautan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....