BMKG: Jangan Percaya Hoaks Prediksi Gempa di Sulteng
- 15 Jul 2026 14:30 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas I Palu mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah untuk meningkatkan literasi kebencanaan serta tidak mudah percaya terhadap informasi atau isu prediksi gempa yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menegaskan hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi secara pasti waktu terjadinya gempa bumi. Karena itu, masyarakat diminta hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan BMKG.
Menurutnya, secara geografis Sulawesi Tengah berada di kawasan yang dikelilingi sejumlah sesar aktif sehingga aktivitas gempa bumi berskala kecil merupakan hal yang normal. BMKG saat ini telah mengoperasikan 36 sensor gempa di wilayah Sulawesi Tengah yang memantau aktivitas seismik secara real-time.
"Masyarakat tidak perlu kaget atau panik berlebihan. Gempa dalam hitungan detik, menit, atau jam itu rutin terjadi karena kita berada di jalur cincin api (ring of fire). Melalui puluhan sensor yang kami miliki, aktivitas kecil ini dipetakan dalam sebuah klaster agar saat terjadi gempa signifikan, kami sudah memiliki tren datanya," ujar Djati Cipto Kuncoro dalam dialog bersama RRI Tolitoli.
Djati menjelaskan, gempa yang sempat mengguncang Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan sebagian wilayah Parigi Moutong pada 16 Juni lalu dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. Hingga awal Juli 2026, BMKG mencatat telah terjadi lebih dari 1.900 gempa susulan pada klaster tersebut.
Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut masih berada dalam pola yang normal karena energi gempa susulan terus mengalami penurunan.
Selain potensi gempa akibat sesar aktif di Sulawesi Tengah, BMKG juga mengingatkan wilayah utara Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Tolitoli dan Buol, berpotensi merasakan dampak rambatan gelombang dari gempa besar yang terjadi di zona subduksi Filipina.
Menanggapi beredarnya video yang menyebut pesisir pantai barat Tolitoli dan Buol akan tenggelam akibat gempa, Djati menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks.
"BMKG tidak pernah meramal hari, jam, atau menit terjadinya gempa. Yang kami sampaikan adalah peta potensi. Jika menerima pesan berantai yang sudah menentukan waktu terjadinya gempa, bisa dipastikan itu berita bohong (hoaks). Mari ambil sisi positifnya untuk terus mengevaluasi jalur evakuasi mandiri di lingkungan kita masing-masing," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....