Menghidupkan Semangat Emansipasi Perempuan di Era Modern

  • 20 Apr 2026 16:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - setiap tanggal 21 April setiap tahunya masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan dan kesetaraan sosial.

Kartini yang lahir pada 21 April 1879 di Jepara dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Melalui kumpulan suratnya yang kemudian dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang, ia menyuarakan pentingnya pendidikan bagi perempuan di tengah keterbatasan budaya feodal saat itu.

Di berbagai daerah, peringatan Hari Kartini biasanya diisi dengan kegiatan seperti lomba busana adat, seminar pemberdayaan perempuan, hingga diskusi tentang peran perempuan di era digital. Tahun ini, sejumlah institusi pendidikan dan organisasi perempuan menekankan pentingnya literasi digital dan akses ekonomi sebagai bentuk aktualisasi semangat Kartini di masa kini.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam pernyataannya menyebutkan bahwa perjuangan Kartini belum selesai. “Perempuan Indonesia saat ini harus mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya,” ujarnya dalam siaran pers resmi.

Meski telah banyak kemajuan, data menunjukkan masih adanya kesenjangan gender di beberapa sektor, seperti partisipasi tenaga kerja dan akses pendidikan di wilayah terpencil. Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk mendorong kebijakan yang lebih inklusif.

Semangat Kartini diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....