MBG Tolitoli Siap Terjang Kepulauan Demi Anak 2026
- 22 Jan 2026 08:37 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi primadona nasional kini bersiap “menerjang ombak” demi menjangkau anak-anak di wilayah kepulauan Kabupaten Tolitoli. Meski sempat terkendala persoalan teknis pengajuan, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pemerataan akses layanan gizi pada tahun 2026.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tolitoli, Muhammad Fauzi Darmawan, kepada RRI, Rabu (21/1/2026), mengakui masih besarnya tantangan dalam menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Menurutnya, kunci keberhasilan pelaksanaan MBG di wilayah kepulauan adalah pendirian dapur mandiri di setiap pulau.
“Mitigasi yang kami ambil ke depannya adalah membangun satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizii (SPPG) di tiap pulau, meskipun hanya terdapat satu atau dua sekolah,” ujar Fauzi. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari risiko kontaminasi makanan serta hambatan cuaca ekstrem apabila distribusi dilakukan dari wilayah daratan.
Namun demikian, rencana besar tersebut disertai catatan kritis dari masyarakat kepulauan. Kepala Desa Kabetan, Ruslan, melalui sambungan telepon menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya realisasi program di wilayah pulau.
“Lutungan itu hanya sekitar 10 menit dari kota, tapi sampai hari ini belum ada eksekusi. Kami berharap di 2026 pergerakannya lebih cepat, jangan hanya koordinasi ke pusat dan provinsi terus,” tegas Ruslan.
Menanggapi hal tersebut, Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengajuan titik dapur 3T pada periode sebelumnya. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja lebih maksimal agar anak-anak di pelosok Tolitoli memperoleh hak gizi yang sama dengan anak-anak di wilayah lain, termasuk Pulau Jawa.
Dukungan juga datang dari legislatif. Anggota Komisi A DPRD Tolitoli, Rahmat Ali, menekankan pentingnya kolaborasi antara BGN dan Pemerintah Daerah, khususnya dalam penyediaan logistik dan sarana transportasi laut untuk menjangkau pulau-pulau terluar seperti Pulau Lingayan.
“Harapan kita tidak ada satupun sekolah yang terlewatkan. Kita sedang menyiapkan generasi emas 2045, dan itu dimulai dari pemenuhan gizi anak-anak kita hari ini,” pungkas Rahmat Ali.
Dengan komitmen baru dari BGN serta pengawasan dari DPRD dan masyarakat, tahun 2026 diharapkan menjadi momentum hadirnya dapur-dapur gizi di pesisir hingga pulau terluar Kabupaten Tolitoli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....