Asal Mula Sarapan Harus Nasi : Kebiasaan yang Mengakar

  • 16 Jan 2025 14:05 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli : Tren sarapan modern seperti roti dan sereal mulai masuk di negara Indonesia namun nasi tetap mendominasi meja makan saat pagi hari. Di Indonesia, nasi tidak hanya menjadi makanan pokok, tetapi juga dianggap sebagai menu wajib saat sarapan. Mayoritas masyarakat Indonesia memilih nasi untuk sarapan. Kebiasaan ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Bahkan, ungkapan "belum makan kalau belum makan nasi" sering terdengar di berbagai kalangan. Untuk memahami lebih jauh, Sitti, seorang ibu rumah tangga dari Makassar, berbagi pandangannya mengenai tradisi ini.

Menurut Sitti, alasan utama masyarakat memilih nasi untuk sarapan yaitu sebagai pemenuhan akan kebutuhan energi. "Sejak kecil, saya sudah terbiasa sarapan dengan nasi. Kata orang tua kalau pagi-pagi makan nasi supaya tidak cepat lapar dan kuat di sekolah" ujar Sitti sambil tertawa.

Sebagai makanan kaya karbohidrat, nasi memberikan energi yang cukup untuk aktivitas fisik dan mental. Hal ini menjadi relevan terutama di masyarakat pedesaan atau mereka yang bekerja di sektor fisik seperti petani atau buruh. Selain soal energi ada juga alasan mengenai faktor psikologis di balik kebiasaan ini. "Ada ungkapan populer di masyarakat kita, ‘Belum makan kalau belum makan nasi.’ Ini menunjukkan bahwa nasi tidak hanya memberi kenyang secara fisik tanda sudah makan, tetapi juga rasa puas secara emosional" ujarnya.

Menurut Sitti, kebiasaan ini terus berlanjut karena diwariskan secara turun-temurun. Banyak orang merasa sulit memulai hari tanpa nasi, karena sudah terbiasa sejak kecil. Keunikan lain dari kebiasaan sarapan nasi di Indonesia adalah tersedianya beraneka ragam olahan nasi. "Kita punya menu nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning, nasi kucing, nasi campur, nasi padang jadi menarik, orang tidak cepat bosan karena variatif menunya" kata Sitti. Sarapan nasi di Indonesia bukan sekadar kebiasaan mayoritas masyarakat Indonesia, melainkan bagian dari identitas budaya yang kuat.

Kamis (16/1/2025)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....