Karhutla Ancam Kesehatan, Warga Diminta Waspadai Asap

  • 28 Sep 2026 20:58 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Cuaca panas dan kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran sekaligus memperluas paparan asap hingga ke wilayah permukiman.

Dokter Yovita Alviana mengatakan, asap karhutla mengandung berbagai polutan yang berbahaya bagi sistem pernapasan. Salah satunya adalah PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang mampu masuk jauh ke dalam paru-paru.

“PM2.5 ukurannya sangat kecil dan bisa masuk ke dalam paru-paru sehingga dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif pada saluran pernapasan,” ujar dr. Yovita kepada rri.co.id, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, paparan asap dalam waktu lama dapat menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan, seperti iritasi mata, batuk kering maupun berdahak, hidung tersumbat atau berair, hingga rasa tidak nyaman dan sesak saat bernapas.

Kelompok yang dinilai lebih berisiko terdampak paparan asap karhutla meliputi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, penderita asma, serta masyarakat yang bekerja atau banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, penggunaan masker dengan tingkat filtrasi partikulat tinggi seperti N95, KN95, atau KF94 disarankan, dengan memastikan masker terpasang rapat menutup hidung dan mulut.

“Kalau harus keluar rumah, gunakan masker berstandar tinggi seperti N95, KN95 atau KF94. Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya dikurangi,” kata dr. Yovita. Masyarakat juga diminta menutup pintu dan ventilasi yang memungkinkan asap masuk ke dalam rumah ketika kondisi udara sedang pekat.

Dr. Yovita mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala setelah terpapar asap karhutla. “Jika muncul nyeri dada, sesak napas, atau bunyi mengi saat bernapas, segera periksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” tegasnya. Masyarakat juga dianjurkan terus memantau kualitas udara di sekitar tempat tinggal untuk meminimalkan pajanan polusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....