Mengenal Beras Fortifikasi dan Manfaat Zat Gizi di Dalamnya
- 21 Sep 2026 14:36 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Beras fortifikasi menjadi salah satu pangan yang mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan asupan zat gizi masyarakat. Pangan pokok tersebut diperkaya dengan vitamin dan mineral sesuai standar yang berlaku.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan, beras fortifikasi merupakan beras sosoh yang ditambahkan dengan kernel beras fortifikan. Penambahan tersebut bertujuan memperoleh komposisi zat gizi tertentu.
Pengembangan beras fortifikasi dilakukan karena beras merupakan pangan pokok yang dikonsumsi masyarakat secara luas. Pendekatan tersebut memungkinkan peningkatan asupan zat gizi tanpa mengubah kebiasaan konsumsi pangan pokok.
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025, beras fortifikasi memiliki persyaratan kandungan zat gizi tertentu. Standar tersebut mencakup vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng.
Dalam setiap 100 gram beras fortifikasi, vitamin B1 ditetapkan minimal 0,25 miligram. Asam folat ditetapkan antara 0,25 hingga 0,38 miligram.
Sementara itu, kandungan vitamin B12 ditetapkan antara 1,0 hingga 1,5 mikrogram. Zat besi berada pada kisaran 3,50 hingga 5,25 miligram, sedangkan seng sebesar 3,0 hingga 4,5 miligram.
Kandungan zat gizi tersebut menjadi pembeda utama antara beras fortifikasi dengan beras yang tidak mendapatkan penambahan zat gizi. Karena itu, informasi pada label harus sesuai dengan kandungan produk yang beredar.
Bapanas pada 2026 memperkuat pengawasan terhadap beras fortifikasi untuk memastikan aspek keamanan, mutu, kandungan gizi, dan pelabelan. Pengawasan dilakukan untuk melindungi konsumen dari informasi produk yang tidak sesuai.
Hasil pengawasan Bapanas terhadap sejumlah sampel juga menemukan adanya produk yang mencantumkan klaim fortifikasi, tetapi tidak memenuhi persyaratan berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap produk yang beredar di masyarakat.
Bagi konsumen, informasi pada kemasan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih beras fortifikasi. Konsumen dapat mencermati klaim kandungan gizi, informasi nilai gizi, serta legalitas produk sebelum membeli.
Beras fortifikasi juga harus memenuhi ketentuan keamanan dan mutu sebelum diedarkan. Pengujian terhadap persyaratan tersebut dilakukan melalui laboratorium yang terakreditasi.
Selain kandungan gizi, masyarakat perlu memahami bahwa beras fortifikasi bukan pengganti seluruh sumber zat gizi. Pola konsumsi tetap perlu dilengkapi dengan makanan beragam, termasuk sumber protein, sayuran, buah, dan pangan lainnya.
Dengan standar yang jelas dan pengawasan yang konsisten, beras fortifikasi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Informasi yang benar pada label juga membantu konsumen menentukan pilihan berdasarkan kandungan dan mutu produk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....