Mengenal Empat Jenis Influenza, dari Tipe A hingga D
- 21 Sep 2026 14:35 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Influenza merupakan penyakit pernapasan menular yang disebabkan virus influenza. Virus tersebut terbagi menjadi empat tipe, yaitu influenza A, B, C, dan D.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), influenza A dan B menjadi penyebab utama epidemi influenza musiman. Sementara influenza C umumnya menyebabkan penyakit ringan, sedangkan influenza D terutama menyerang hewan ternak.
Influenza Tipe A
Influenza A dapat menginfeksi manusia dan sejumlah jenis hewan. Virus ini menjadi satu-satunya tipe influenza yang diketahui dapat menyebabkan pandemi pada manusia.
Influenza A dikelompokkan berdasarkan dua protein permukaan virus, yaitu hemaglutinin atau H dan neuraminidase atau N. Subtipe yang rutin beredar pada manusia antara lain A(H1N1) dan A(H3N2).
Influenza Tipe B
Influenza B umumnya menginfeksi manusia dan menjadi salah satu penyebab influenza musiman. Berbeda dari tipe A, influenza B tidak dibagi berdasarkan subtipe.
Virus influenza B diklasifikasikan berdasarkan garis keturunan atau lineage. CDC mencatat dua garis keturunan yang dikenal, yaitu B/Victoria dan B/Yamagata.
Influenza Tipe C
Influenza C juga dapat menginfeksi manusia, tetapi umumnya menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Virus ini tidak dianggap sebagai penyebab epidemi influenza pada manusia.
Kasus influenza C juga lebih jarang dilaporkan sebagai penyebab penyakit pada manusia. Sebagian besar infeksinya diperkirakan tidak menimbulkan gejala berat.
Influenza Tipe D
Influenza D berbeda dari tipe A, B, dan C karena terutama menyerang hewan ternak. Sapi menjadi salah satu hewan yang paling banyak dikaitkan dengan virus tersebut.
Hingga saat ini, CDC menyatakan influenza D belum diketahui menyebabkan penyakit pada manusia. Karena itu, tipe D tidak menjadi penyebab influenza pada manusia yang dikenal secara umum.
Gejala Influenza
Gejala influenza dapat muncul secara tiba-tiba dan meliputi demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan. Tidak semua orang yang mengalami influenza akan mengalami demam.
Pada anak-anak, muntah dan diare juga dapat muncul bersama gejala pernapasan. Sebagian besar kasus influenza tanpa komplikasi membaik dalam tiga hingga tujuh hari.
Namun, influenza dapat berkembang menjadi penyakit berat pada sebagian orang. Komplikasi dapat berupa pneumonia dan memburuknya kondisi kesehatan tertentu yang sudah dimiliki seseorang.
Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit pernapasan lain, pemeriksaan dapat diperlukan untuk memastikan infeksi influenza. CDC menyebut sejumlah tes tersedia untuk mendeteksi virus influenza.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa istilah influenza A, B, C, dan D menunjukkan tipe virus. Sementara A(H1N1) dan A(H3N2) merupakan contoh subtipe dari influenza A.
Pemahaman mengenai jenis influenza membantu masyarakat mengenali perbedaan karakteristik virus tersebut. Informasi yang tepat juga penting agar masyarakat tidak menyamakan influenza dengan seluruh penyakit saluran pernapasan.
Sumber Data :
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Types of Influenza Viruses, diperbarui 26 September 2025; Influenza Surveillance Manual, diperbarui 5 Agustus 2026; serta Clinical Signs and Symptoms of Influenza, diperbarui 4 Februari 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....