Capaian Imunisasi Buol Capai 48,48 Persen

  • 04 Sep 2026 07:59 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Capaian imunisasi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menunjukkan perkembangan positif sepanjang tahun 2026. Hingga awal triwulan ketiga, cakupan imunisasi di daerah tersebut telah mencapai 48,48 persen dari target nasional sebesar 85 persen.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Buol sebagai salah satu daerah dengan cakupan imunisasi tertinggi di Sulawesi Tengah. Buol berada setelah sejumlah daerah yang mencatat capaian lebih tinggi, yakni Kota Palu, Kabupaten Morowali, dan Morowali Utara.

Atas capaian itu, Kabupaten Buol mendapatkan label hijau dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Predikat tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan imunisasi di Buol dinilai telah memenuhi tahapan target capaian sesuai jadwal hingga awal triwulan ketiga.

Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Rustam, mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan imunisasi kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama antara tenaga kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa menjadi faktor penting.

“Alhamdulillah, untuk kiat-kiat mencapai angka imunisasi di Kabupaten Buol hari ini justru terjadi karena bagusnya kerja sama antara lintas sektor yang mendukung dalam semua kegiatan pelayanan imunisasi. Mulai dari petugas kesehatan, pihak puskesmas, hingga pemerintah kecamatan dan desa,” ujar Rustam saat diwawancarai RRI, Rabu (2/9/2026).

Meski menunjukkan tren positif, Rustam mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan. Salah satu kendala yang masih dihadapi petugas adalah penyebaran informasi bohong atau hoaks terkait vaksin, yang menurutnya masih muncul sejak masa pandemi COVID-19.

“Kendala ini banyak, terutama sejak pelaksanaan COVID-19 lalu. Berita hoaks selalu menyerang teman-teman saat melaksanakan kegiatan. Contohnya pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), selalu dibarengi hoaks yang menyatakan vaksin mengganggu kesehatan anak, padahal itu tidak benar,” tegas Rustam.

Rustam mengimbau para orang tua yang memiliki bayi dan balita agar memastikan seluruh imunisasi anak terpenuhi hingga usia dua tahun. Ia menegaskan imunisasi penting untuk membentuk kekebalan spesifik terhadap berbagai penyakit menular berbahaya, seperti tuberkulosis (TBC), campak, difteri, pertusis, tetanus, hingga hepatitis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....